Suara.com - Dampak sengatan lebah tak biasa disepelakn. Seorang gadis 6 tahun asal Kamboja meninggal dunia setelah disengat oleh segerombolan lebah ganas.
Saat itu, gadis bernama Riem Lina sedang pulang sekolah sambil mengendarai sepedanya. Di tengah perjalanan pulang, dia berhenti di sebuah toko kelontong. Beberapa saat kemudian, segerombolan lebah muncul dari semak-semak tempatnya memarkirkan sepedanya.
Riem Lina langsung menjerit saat diserang segerombolan lebah. Penduduk sekitar pun terkejut mendengar jeritannya dan segera menolong.
Sayangnya, bocah 6 tahun itu sudah pingsan saat penduduk tiba di tempat kejadian. Riem Lina pingsan karena kesakitan parah akibat sengatan segerombolan lebah.
Orangtua Riem segera datang ke tempat kejadian dan membawa putrinya ke rumah sakit setempat. Tetapi, Riem Lina justru meninggal dunia ketika hendak dipindahkan ke Rumah Sakit Referral Svay Teap.
"Putriku selalu mampir ke toko makanan lokal dekat rumah, tapi aku tidak pernah berpikir akan terjadi seperti ini," ujar ibu Riem Lina, dikutip dari The Sun.
"Aku menangis setiap aku memikirkan rasa sakit yang dialami oleh puteriku ketika disengat lebah. Aku membayangkan rasa sakitnya sebelum meninggal," sambungnya.
Menurut keluarga Riem, tim medis rumah sakit sebelumnya sangat lambat mengambil tindakan. Mereka seolah membiarkan Riem Lina kesakitan akibat sengatan lebah.
"Para dokter membiarkan Riem mengalami kesakitan terburuk sebelum memutuskan memindahkannya ke rumah sakit yang lebih besar," ujar paman Riem Lina.
Baca Juga: Belajar dari Kisah Kesha Ratuliu, Ketahui Tanda Pasangan Kasar
Tindakan tim medis yang sangat lambat itulah membuat nyawa Riem Lina tidak tertolong. Menurut sang ibu, anaknya adalah seorang gadis yang sangat cantik saat masih hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia