Suara.com - Badan kesehatan Inggris, NHS, merintis program pengurangan kolesterol yang dapat menimbulkan masalah pada jantung dengan metode suntik.
Suntikan yang disebut inclisiran tersebut hanya perlu dilakukan dua kali dalam setahun. Inclisiran dipercaya dapat membungkam gen PCSK9 dan membuat hati menyerap lebih banyak kolesterol jahat dari darah dan kemudian memecahnya.
Uji coba dipresentasikan dalam European Society of Cardiology pada tahun lalu, dan menunjukkan bahwa inclisiran dapat memangkas kadar kolesterol jahat dalam waktu setengah minggu. Prof. Kausik Ray dari Imperial College London yang memimpin uji tersebut mengatakan uji coba memberi potensi 'luar biasa'.
Bahkan Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock, seperti dilansir dari BBC, mengatakan jika diterapkan, program tersebut dapat menyelamatkan 30.000 nyawa dalam satu dekade.
Kolesterol sendiri merupakan lemak dalam darah yang diproduksi oleh hati, yang dapat menumpuk dan mempersempit dinding pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.
Meski belum mendapat izin dari badan obat dan makanan, namun Profesor Jacob Georgen dari University of Dundee mengatakan inclisiran memberi pasien akses pada obat-obatan baru yang inovatif.
"Tentu saja ini merupakan langkah maju yang menyenangkan untuk mendapatkan obat baru yang menarik bagi pasien dengan cepat dan aman," kata Dr Riyaz Patel, pemimpin uji klinis untuk pencegahan penyakit kardiovaskular di Barts Health NHS Trust.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia