Suara.com - Air kemasan dalam botol seringkali jadi pilihan ketika perjalanan jauh atau tidak ada air bersih untuk minum dan memasak. Sayangnya, air botolan justru bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi.
Tampak luar air botolan mungkin memang terlihat lebih bersih daripada air ledeng, air kran atau lainnya. Tetapi faktanya, air botolan juga tidak lebih bersih dan aman daripada air ledeng.
Dilansir oleh Naturallivingideas.com, berikut ini beberapa alasan Anda harus berhenti mengonsumsi air botolan.
1. Air botol tidak lebih bersih dan aman
Sebuah tinjauan terhadap industri air minum dalam kemasan oleh NRDC, Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam, menetapkan bahwa tidak ada jaminan bahwa air minum dalam kemasan lebih bersih atau lebih aman.
Hasil penelitian dari 1.000 botol air, mereka menemukan setidaknya 25 persen air botolan sebenarnya hanyalah air ledeng. Sementara 22 persen dari air minum kemasan yang realtif murni dan bersih mengandung tingkat kimiawi yang berada di atas batas kesehatan.
Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, kontaminan tersebut dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya, terutama mereka yang sistem kekebalannya lemah.
2. Lebih banyak bahan kimia dan senyawa lainnya di dalam botol
Penelitian lain telah menemukan bahwa sampel air kemasan tidak hanya mengandung phthalate tetapi beberapa mengandung jamur, mikroba, benzena, trihalomethanes bahkan arsenik.
Baca Juga: Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Turun Berok, Kenali Gejalanya pada Pria
Air botolan juga mengandung obat-obatan dan produk lainnya, termasuk nikotin. Satu studi dari Spanyol menemukan bahwa air kemasan mengandung lebih dari 50 obat aktif di dalamnya, serta nikotin yang sangat adiktif.
BPA dalam botol air plastik tipe 7 juga dikaitkan dengan banyak komplikasi untuk wanita hamil serta janin. Kandungan ini bertindak seperti estrogen "palsu" yang bisa menyebabkan kelainan kromosom.
3. Botol plastik menghabiskan banyak energi dan air
National Geographic melaporkan bahwa energi yang dibutuhkan untuk memproduksi, mengangkut dan membuang botol air plastik di AS, antara 15 dan 17 juta barel minyak.
Artinya, setiap kali Anda menggunakan botol plastik untuk menampung air, Anda telah menggunakan lebih banyak air untuk memproduksinya.
4. Botol plastik memenuhi tempat pembuangan akhir
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin