Suara.com - Per 1 Febuari 2020, virus corona telah merenggut nyawa 259 orang dan lebih dari 11 orang telah positif terinfeksi virus corona dari Wuhan, China.
Penggunaan masker merupakan salah satu cara mencegah penularan virus corona dari Wuhan, China. Tetapi, jenis masker yang disarankan untuk masyarakat umum adalah masker bedah.
Dilansir oleh healthhub.sg, masker bedah ini biasanya digunakan ketika flu dan batuk. Hal itu karena masker ini bisa mencegah tetesan kecil air liur atau lendir yang membawa virus menyebar ke orang lain melalui udara.
Karena itulah masker ini disarankan untuk melindungi dan mencegah penyebaran virus corona yang gejalanya bisa berupa batuk dan flu.
Apalagi masker ini mengandung filter yang mencegah penyebaran kuman. Biasanya, orang disarankan menggunakan masker bedah ini sekali pakai atau ganti ketika sudah lembab.
Tetapi, sebenarnya masker ini hanya efektif dipakai selama maksimal 8 jam. Sehingga menggantinya secara teratur adalah cara yang paling efektif untuk melindungi atau mencegah diri menyebarkan virus ke orang lain.
Adapun cara menggunakan masker yang benar untuk mencegah penularan virus corona, seperti yang dilansir oleh hellosehat.com, pertama adalah mencuci tangan sebelum memakai masker.
Jika masker yang digunakan memiliki warna berbeda di kedua sisi, sisi yang berwarna putih adalah bagian yang menyentuh kulit. Sedangkan, sisi yang berwarna hijau atau biru berada di bagian luar.
Apabila Anda menggunakan masker karet, cukup kaitkan tali karet ke belakang telinga.
Baca Juga: Produksi ASI Anissa Aziza Sempat Tak Lancar, Begini 5 Cara Mengatasinya!
Berbeda ketika Anda memakai masker bertali, posisikan dulu bagian yang berkawat di hidung lalu ikat kedua tali di sisi atasnya. Setelah itu, tarik sedikit sisi masker bagian depan sampai menutupi dagu, lalu ikat tali sisi bawah tepat di tengkuk Anda.
Ketika ingin melepasnya, Anda cukup menarik tali yang diikat pada bagian belakang kepala. Jangan sentuh bagian depan masker karena hanya memindahkan kuman dari tangan ke masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal