Suara.com - Seorang perempuan asal Tiongkok yang terinfeksi virus corona berhasil melahirkan bayi perempuan dalam kondisi sehat. Petugas medis yang membantu persalinan pun ikut bahagia bayi perempuan itu lahir selamat.
Wanita yang tidak ingin disebutkan namanya ini, dalam laporan AsiaWire, disebut melahirkan bayi perempuannya pada 30 Januari 2020 lalu. Saat itu ia sudah didiagnosis terinfeksi virus corona yang telah menyebabkan 425 orang meninggal dunia.
Ia positif terinfeksi virus corona setelah kembali dari Wuhan yang merupakan tempat asal wabah virus corona. Akhirnya, wanita itu dilarikan ke Rumah Sakit Harbin Sixth People’s di Heilongjiang.
Karena wanita itu sedang hamil, dokter langsung memutuskan untuk melakukan operasi caesar dan menyelamatkan bayinya.
"Pasien gelisah ketika kami membawanya ke ruang operasi," kara dr Yu Dan, seorang dokter kandungan dari Rumah Sakit Pusat Palang Merah Harbin, dikutip dari Fox News.
Yu Dan bercerita pasiennya sangat khawatir dengan kondisi anaknya setelah dirinya didiagnosis terinfeksi virus corona.
Selain itu, pasiennya datang ke rumah sakit tanpa didampingi oleh anggota keluarga karena semuanya sudah dikarantina akibat diduga terinfeksi virus corona.
Beruntungnya, bayi perempuannya lahir selamat dan langsung dipindahkan ke tempat isolasi. Bahkan, kondisi bayi dan ibunya pun tetap stabil setelah persalinan.
Sementara itu, hasil tes medis menunjukkan bayinya negatif terinfeksi virus corona meski ibunya didiagnosis terinfeksi. Meski begitu, bayinya masih dalam pengamatan tim medis selama 14 hari.
Baca Juga: Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Tumor dan Kanker, Ini Penjelasannya!
"Anak ini termasuk kasus khusus. Pertama, kami khawatir terjadi infeksi penularan vertikal. Jadi kami mengambil tindakan pencegahan dan menempatkannya di bawah pengawasan sepanjang waktu," kata Zhao Huaxian, kepala pediatrui rumah sakit.
Sebelumnya, ada pula seorang ibu diduga terinfeksi virus corona yang melahirkan bayi laki-laki di Wuhan, China. Dalam kasus ini, sang ibu juga melakukan operasi caesar karena kondisinya yang makin memburuk dan posisi bayi terlalu menekan rahim.
Ia diduga terinfeksi virus pada awal Januari ketika hamil usia 37 minggu (9 bulan lebih). Namun, hingga melahirkan, belum dikonfirmasi wanita tersebut positif atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi