Suara.com - Cerelia Raissa, salah satu bintang sinetron FTV yang memiliki masalah kesehatan mental. Tak hanya satu, Cerelia Raissa bahkan memiliki empat jenis masalah kesehatan mental.
Melalui channel YouTube Gritte Agatha, Cerelia Raissa sempat mengungkapkan 4 jenis masalah mentalnya dan gejalanya.
Cerelia Raissa mengaku mulanya merasa tidak normal seperti orang lainnya sejak SD. Saat itu ia merasa anak-anak SD yang seharusnya bahagia dan riang, ia justru merasa iri dan cemburu.
"Sampai SMP itu akhirnya gue google tentang kondisi gue dan solusinya. Akhirnya, gue ke psikolog terus dirujuk ke psikiater. Akhirnya, aku didiagnosis bipolar dan anxiety disorder," lanjutnya.
Sejak itu, Cerelia Raissa rutin berkonsultasi dan melakukan terapi ke psikiater. Tetapi seiring berjalannya waktu, Cerelia kembali didiagnosis gangguan mental yang lain.
Cerelia kembali didiagnosis mengalami borderline personality disorder dan gangguan makan. Dua gangguan mentalnya ini pun masih berkaitan dengan gangguan kecemasan dan bipolarnya.
"Jadi gue tidak pernah cerita masalah makan sama psikiater karena aku merasa itu normal. Pola makan aku itu bisa 3-4 hari nggak makan atau makan sehari bisa 8 porsi. Tapi, gue tidak menyadari kalau itu nggak wajar," ujarnya.
Berikut ini penjelasan 4 gangguan mental yang dialami oleh Cerelia Raissa.
1. Anxiety atau gangguan kecemasan
Baca Juga: Hamil Cepat setelah Alami Preeklamsia Bisa Memicu Kelahiran Prematur
Kecemasan adalah reaksi normal terhadap stres dan bisa bermanfaat dalam beberapa situasi, karena bisa mengingatkan kita akan bahaya.
Tapi dilansir oleh Psychiatry.org, gangguan kecemasan berbeda dari perasaan normal gugup atau gelisah. Gangguan kecemasan ini melibatkan rasa takut atau kecemasan berlebihan yang memengaruhi hampir 30 persen orang dewasa.
Masalah kesehatan mental ini bisa menyebabkan orang berusaha menghindari situasi yang memicu atau memperburuk gejalanya, seperti pekerjaan hingga hubungan pribadi.
2. Borderline personalitu atau gangguan kepribadian ambang
Boderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental yang membuat orang sulit merasa nyaman dengan dirinya sendiri, bermasalah dalam mengendalikan emosi dan impuls serta menyebabkan masalah yang berkaitan dengan orang lain.
Dilansir oleh Yourhealthinmind.org, orang dengan BPD memiliki tingkat kesulitan dan kemarahan yang tinggi. Mereka dapat dengan mudah tersinggung pada hal-hal yang orang lain lakukan atau katakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia