Suara.com - Sejauh ini, virus corona baru (COVID-19) telah menyebabkan 1.699 kematian, termasuk 4 orang di luar China dan 69.000 infeksi secara global.
Ilmuwan sekarang telah memperbaharui daftar gejala dari penyakit yang diakibatkan oleh virus corona baru. Gejala tambahan tersebut termasuk kelelahan, batuk kering, nyeri otot, serta kesulitan bernapas.
Tanda tersebut umumnya akan muncul bersama dengan gejala awal lainnya. Sedangkan gejala umum dari penyakit pernapasan yang disebabkan oleh COVID-19 adalah batuk, demam, dan sesak napas.
Menurut pakar, ketika virus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, para ilmuwan sudah dapat mengidentifikasi pola gejala pada para korban.
Para ahli kesehatan mengatakan, butuh sekitar lima hari bagi seorang pasien untuk mengalami masalah pernapasan setelah pertama kali menunjukkan gejala, lapor Health Site.
Sebagian besar gejalanya sangat mirip dengan gejala flu biasa. Virus ini mematikan bagi pasien yang lebih tua dan bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan.
Di sisi lain, New York Times sempat melaporkan seorang ahli kesehatan senior di China meminta orang-orang, yang telah pulih dari infeksi virus corona, menyumbangkan plasma darah mereka.
Ahli kesehatan tersebut berhadap plasma tersebut dapat digunakan untuk mengobati pasien yang masih terinfeksi.
Perusahaan milik negara, China National Biotec Group mengumumkan bahwa antibodi dalam darah tersebut membantu merawat 10 pasien yang sakit kritis, mengurangi peradangan mereka dalam 12 hingga 24 jam.
Baca Juga: Heboh Virus Corona, Kim Jong Un Tiba-tiba Muncul Setelah 22 Hari 'Hilang'
Berita Terkait
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Belajar dari Perjuangan Vidi Aldiano, Ini 4 Cara Deteksi Dini Kanker Ginjal
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan