Suara.com - Catat, Tips Gaya Hidup Sehat Agar Anak Muda Jauh dari Hipertensi
Hampir seluruh kebiasaan dalam menjalani hidup akan berdampak pada kesehatan tubuh di kemudian hari. Salah satunya adalah penyakit hipertensi atau darah tinggi, yang bisa mengancam nyawa Anda jika menjalani pola hidup asal-asalan.
Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) dr Erwinanto, SpJP mengatakan, jika saat muda tidak menjaga gaya hidup dan makanan sehat potensi mengalami hipertensi di usia 30 tahun ke atas semakin besar. Menurutnya, anak muda pun tidak lepas dari risiko hipertensi.
Ia membagikan tips cara gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah. Menurutnya, gaya hidup sehat ini bisa dilakukan oleh pasien terdiagnosis hipertensi maupun yang tidak.
"Lifestyle itu bergantung banyak hal. Misalnya, banyak buah, banyak sayur, sedikit susu, daily produknya dikurangi. Terus banyak makan sayur. Kemudian garamnya dikurangi," kata dr Erwin ditemui usai acara seminar media di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).
Namun diakui dr Erwin, memang tidak mudah mengukur batasan konsumsi garam dalam satu hari. Apalagi jika sering membeli makanan di luar seperti junk food dan makanan cepat saji.
Meski begitu, seseorang harus bisa memperkirakan kandungan garam yang ia konsumsi jangan sampai berlebihan.
Selain itu Erwin juga mengingatkan agar berat badan jangan sampai berlebihan, sebaiknya tidak merokok, juga lakukan olahraga rutin.
"Olahraga aerobik paling. Kalau untuk hipertensi mulainya olahraga yang ringan kemudian mulai dinaikan. Hipertensi bisa melakukan treadmill tapi yang diukur dengan tekanan darah itu," ucapnya.
Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda Tingkatkan Risiko Demensia Saat Tua?
Ia menjelaskan, olahraga apa pun sebenarnya pasti akan meningkatkan tekanan darah. Namun semakin sering melakukan olahraga secara teratur, sebenarnya kenaikan tekanan darah saat berolahraga tidak akan terlalu berlebihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi