Health / Konsultasi
Selasa, 03 Maret 2020 | 14:28 WIB
Seorang suporter Napoli mengenakan masker menunggu dimulainya pertandingan Napoli vs Barcelona di Stadion San Paolo, Naples, Italia, Rabu (26/2) dini hari WIB. [Filippo MONTEFORTE / AFP]

Suara.com - Masker dan hand sanitizer tengah ramai diburu masyarakat Indonesia dalam upaya antisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

Namun menurut ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, ada waktu yang tepat bagi seseorang untuk menggunakan masker maupun hand sanitizer.

"Penggunaan masker untuk orang yang tepat dan dalam waktu yang tepat juga. Cuci tangan juga sama sebagai upaya kita dalam mencegah, terutama dalam menghidari penularan indirect. Kalau Masker itu menghindari kontak yang direct," papar Syahrizal di kantor Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Cikini, Jakarta, Jumat (3/3/2020).

Penggunaan masker sebenarnya hanya diutamakan bagi seseorang yang sakit. Mereka yang sehat, terutama dalam kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini, belum terlalu perlu mengenakan masker di tempat umum. "Maupun di KRL, saya kira sudah lah jangan berlebihan. Kecuali dalam kondisi batuk pilek," katanya.

Ia menambahkan,penggunaan hand sanitizer lebih efektif dalam upaya pencegahan dibanding masker. Syahrizal menjelaskan bahwa hand sanitizer termasuk antiseptik dan ampuh membunuh bakteri yang dinilai lebih rentan dari pada virus.

Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh permukaan atau benda apa pun yang kemungkinan terpapar virus.

"Antiseptik kapan kita harus gunakan? Ya kalau mengunjungi orang sakit tentu kita harus atau kalau mau salaman dengan seseorang tentu harusnya kita pakai antispetik," tutup Syahrizal.

Load More