Suara.com - Dunia pendidikan merupakan tempat yang tepat untuk melakukan sosialisasi hidup bersih terutama terkait pencegahan virus corona Covid-19.
Hal tersebut diucapkan oleh akademisi bidang kesehatan Universitas Lampung, Dr.dr.Ta Larasati, M.Kes.
"Sosialisasi cara mengantisipasi penyebaran virus di lingkungan pendidikan sangat penting dilaksanakan, terlebih telah ada imbauan dari Kementerian Kesehatan. Namun keputusan pelaksanaan dikembalikan lagi kepada sekolah, " ucap Dr.dr.Ta Larasati, M.Kes seperti yang Suara.com lansir di Antara, Senin (9/3/2020).
Kata Larasati, lingkungan pendidikan merupakan sarana paling dekat untuk mengedukasi generasi muda dalam hal kesehatan.
Meski selama ini edukasi mengenai persoalan hidup bersih atau higienitas telah dilakukan di lingkungan pendidikan, Larasati menilai sekolah harus melakukan hal lain untuk mencegah virus corona jenis terbaru tersebut.
"Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona memerlukan banyak hal lain yang harus disosialisasikan selain mencuci tangan, seperti menjaga pola hidup sehat, " katanya.
Selain menerapkan pola hidup sehat, ia meminta pelajar untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungan.
"Hal yang terpenting mari kita jaga pola hidup sehat dan kebersihan, bila merasa terganggu kesehatannya banyak beristirahat serta kurangi aktivitas, dan segera hubungi fasilitas kesehatan bila ada indikasi mengarah ke corona," tutup Larasati.
Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Baca Juga: Pendidikan Seksual Sejak Dini Cegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026