Suara.com - Hari Ginjal Sedunia yang diperingati Kamis (12/3/2020) hari ini mengusung tema Kidney Health for Everyone Everywhere , from Prevention to Detection and Equitable Access to Care. (Kesehatan Ginjal untuk Semua Orang di Mana Saja, dari Pencegahan Hingga Deteksi dan Akses Perawatan yang Pantas)
Hingga kini penyakit ginjal masih menjadi pembunuh bisu, yang dapat memengaruhi kualitas hidup kita.
Itulah sebabnya sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal, terutama dengan 5 dari 8'aturan emas' yang dianjurkan laman Worldkidneyday.org.
1. Tetap bugar dan aktif
Ini dapat membantu mempertahankan berat badan ideal, mengurangi tekanan darah dan risiko Penyakit Ginjal Kronis.
2. Makan makanan sehat
Kurangi asupan garam Anda. Asupan natrium yang disarankan adalah 5-6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh). Ini termasuk garam yang sudah ada dalam makanan.
Untuk mengurangi asupan garam, cobalah dan batasi jumlah makanan olahan.
3. Periksa dan kendalikan gula darah
Baca Juga: Hari Ginjal Sedunia 2020: Kenali Tanda dari Ginjal yang Bermasalah
Sekitar setengah dari orang yang menderita diabetes mengalami kerusakan ginjal, tetapi hal ini dapat dicegah atau dibatasi jika diabetes terkontrol dengan baik. Periksa fungsi ginjal secara teratur dengan tes darah dan urin.
4. Periksa dan kendalikan tekanan darah
Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal. Ini sangat mungkin terjadi ketika dikaitkan dengan faktor-faktor lain seperti diabetes, kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular.
5. Konsumsi cairan secara tepat
Tingkat asupan cairan yang tepat untuk setiap individu tergantung pada banyak faktor, termasuk olahraga, iklim, kondisi kesehatan, kehamilan dan menyusui.
Biasanya disarankan 8 gelas (2 liter) per hari untuk orang sehat dalam kondisi iklim yang nyaman.
Berita Terkait
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Seni Mindful Living: Cara Menata Hidup Agar Berkualitas di Era Digital
-
8 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Mental, Produktivitas, dan Fokus Harian
-
Tren Baru Kaum Urban: 3 Kriteria Destinasi Gaya Hidup untuk Menjaga Work Life Balance
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi