4. Langkah 4: mengumpulkan telur
Anda akan dibius dan sel telur akan dikumpulkan. Ini adalah prosedur kecil yang membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Beberapa wanita mengalami kram atau sedikit pendarahan vagina setelah prosedur ini.
Biasanya dokter akan memberikan obat hormon untuk membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima embrio (telur dibuahi).
5. Langkah 5: membuahi telur
Telur yang dikumpulkan disatukan dengan sperma pasangan. Setelah 16 hingga 20 jam, telur dan sperma diperiksa untuk melihat apakah ada yang dibuahi.
Dalam beberapa kasus, setiap telur mungkin perlu disuntikkan secara individual dengan satu sperma. Ini disebut injeksi sperma intra-sitoplasma atau ICSI.
Telur yang dibuahi (embrio) terus tumbuh di laboratorium hingga 6 hari sebelum dipindahkan ke dalam rahim.
6. Langkah 6: transfer embrio
Baca Juga: Asmirandah Jalani Bayi Tabung, Hal Apa yang Harus Dipersiapkan?
Beberapa hari setelah telur dikumpulkan, embrio dipindahkan ke dalam rahim. Ini dilakukan dengan menggunakan tabung tipis yang disebut kateter yang masuk ke dalam vagina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan