Suara.com - Masyarakat kini tengah berjuang untuk mengurangi penyebaran Virus Corona, atau yang juga disebut sebagai Covid-19. Infeksi virus ini belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun, malah sebaliknya, menunjukkan trafik yang semakin tinggi.
Seperti yang disebutkan Suara.com, menurut World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, dalam pernyataan resminya, penyebaran Virus Corona ditetapkan sebagai pandemi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (11/3/2020).
Penetapan pandemi ini dilakukan menyusul adanya kasus penularan yang telah menjangkiti lebih dari 118 ribu orang, di lebih dari 110 negara saat ini. Pandemi merupakan keadaan, dimana skala penyebaran penyakit telah terjadi secara global di seluruh dunia.
Keprihatinan dunia terhadap penyebaran virus ini seakan mengingatkan kembali pada gaya hidup sehat, yang seharusnya menjadi panutan konsisten yang dilakukan masyarakat. Bila diartikan secara bebas, gaya hidup sehat merupakan upaya yang bisa dilakukan seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat.
Gaya hidup sehat yang disarankan adalah mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup. Bila dilakukan secara teratur, maka sistem kekebalan tubuh, atau yang sering disebut sebagai sistem imun seseorang terhadap penyakit dapat berfungsi maksimal.
Mencegah Penyakit? Begini Caranya…
Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, maka secara fisik, ia akan terlihat sehat dan bugar. Pada fase kesehatan ini, seseorang tidak akan mudah terserang penyakit.
Lalu bagaimana cara mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh?
Mengonsumsi makanan bergizi merupakan faktor utama dalam menjalani gaya hidup sehat. Syarat makanan yang sehat adalah bersih, memiliki gizi yang baik dan seimbang, dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.
Adapun pilihan makanan sehat yang direkomendasikan para pakar kesehatan adalah buah dan sayur. Anjuran ini juga disebutkan dalam website Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id, bahwa upaya pencegahan segala penyakit bisa dimulai dengan mengonsumsi gizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah.
Selain buah dan sayur, Kemkes juga menganjurkan rajin olahraga, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi daging yang tidak matang. Gaya hidup lain yang harus mulai rutin dijalankan, menurut lembaga kesehatan pemerintah ini adalah sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bila batuk atau pilek, dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila timbul masalah kesehatan.
Baca Juga: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah
Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang yang dianjurkan tersebut, tentu harus juga dibarengi dengan kebijaksanaan untuk memilih makanan yang tepat. Produk-produk makanan pun sebaiknya pilih yang tidak mengandung bahan pengawet, pemanis buatan, dan pewarna.
Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang aman dikonsumsi, misalnya makanan yang telah direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan halal. Selain itu, makanan harus sehat, kaya manfaat, dikemas secara higienis, dengan memperhatikan anjuran dari para pakar kesehatan.
Di era modern seperti saat ini, makanan-makanan sehat banyak ditawarkan. Namun untuk bisa memilih yang terbaik, seseorang harus memperhatikan setiap aspek seperti yang disebutkan di atas.
Kini para pakar kesehatan pun sudah mulai menyadari soal pentingnya mengedukasi masyarakat soal pilihan gaya hidup sehat, yang salah satunya dimulai dari makanan.
Realfood, yang merupakan program sehat yang bisa dijalankan masyarakat. Program-program sehat Realfood diproduksi secara modern dan higienis dengan standar internasional ISO 22000, yang menggunakan bahan baku, salah satunya sarang burung walet dan diformulasikan secara khusus dalam bentuk program sehat yang berlangsung minimal 12 hari, serta sudah tersertifikasi Halal. Realfood sendiri memiliki 6 varian program sehat, yaitu Stay Fit, Forever Young, Forever Young+, Wonder Mom, Royal Wellness dan Pure Wellness.
Memulai Gaya Hidup Sehat
Program Realfood Forever Young 12 hari bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai gaya hidup sehat. Produk-produk Realfood disupervisi secara ketat oleh ahli gizi dan nutrisi yang berpengalaman.
Program sehat ini harus dikonsumsi rutin saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum sarapan atau 3 jam setelah makan malam, agar penyerapan zat-zat aktif dari program Realfood dapat maksimal.
Produk-produk Realfood diproduksi secara modern dan higienis, sehingga meskipun tanpa pengawet, bisa bertahan selama 12 bulan dalam suhu ruangan sebelum dibuka. Proses produksinya pun steril dan menggunakan sistem vacuum cap.
Ke-6 varian program sehat Realfood aman dikonsumsi dan memiliki manfaat yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk bijaksana dalam memilih makanan atau program sehat yang ditawarkan, karena kebutuhan setiap orang berbeda antara satu dengan lainnya.
Berita Terkait
-
Catat, Tips Gaya Hidup Sehat Agar Anak Muda Jauh dari Hipertensi
-
Ancaman Virus Global: Berikut Lima Tips Agar Kamu Tetap Fit!
-
Sport tourism, Gaya Hidup Sehat Hingga Angkat Potensi Wisata Jadi Misi
-
Wajib Kamu Tahu! Ini 3 Cara Tepat Pakai Produk Skincare setelah Olahraga
-
Strategi Hidup Lebih Sehat di Tahun 2020
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi