Suara.com - Aktris Vanessa Angel dan suaminya Bibi Ardiansyah dikabarkan baru saja diamankan oleh pihak kepolisian atas dugaan kepemilikan narkoba.
"Diamankan dengan beberapa butir psikotoprika," kata Kombes Pol Audie Latuheru, Kapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (17/3/2020).
Meski belum jelas apakah Vanessa merupakan pemilik dan pengguna dari obat-obatan terlarang tersebut, ia diketahui tengah hamil muda anak pertama.
Pertanyaan lain kini muncul, apa dampak kesehatan menggunakan narkoba bagi seorang perempuan yang tengah mengandung?
Dilansir Suara.com dari American Pregnancy Association, dikatakan bahwa menggunakan obat-obatan terlarang merupakan tindakan yang tidak aman baik bagi ibu maupun si jabang bayi.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan terlarang selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, berat badan lahir rendah, lahir prematur, solusio plasenta, kematian janin, dan bahkan kematian akibat melahirkan," tulis American Pregnancy Association.
Secara terperinci, berikut adalah dampak peggunaan narkoba pada ibu hamil.
1. Ganja
Ganja atau mariyuana dapat masuk ke dalam plasenta bayi. Sama seperti asap rokok, ganja mengandung racun yang dapat membuat bayi dalam kandungan tidak mendapatkan oksigen yang cukup yang dibutuhkan untuk perkembangannya.
Merokok ganja selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, keterlambatan perkembangan, dan masalah perilaku dan belajar.
Baca Juga: Jam Operasional Transjakarta Kembali Normal
2. Kokain
Kokain dapat melewati plasenta dan masuk ke sirkulasi bayi. Penyerapan kokain lebih lambat pada janin dibanding pada tubuh orang dewasa. Ini berarti kokain dapat berada dalam tubuh bayi lebih lama daripada di tubuh orang dewasa.
Menurut Organisasi Layanan Informasi Teratologi (OTIS), selama bulan-bulan awal paparan kokain dapat meningkatkan risiko keguguran. Kemudian pada masa kehamilan, penggunaan kokain dapat menyebabkan solusio plasenta yang dapat menyebabkan perdarahan hebat, kelahiran prematur, dan kematian janin. OTIS juga menyatakan bahwa risiko cacat lahir akan lebih besar ketika ibu menggunakan kokain selama kehamilan.
3. Heroin
Heroin adalah jenis narkoba yang sangat adiktif yang dapat masuk melintasi bayi dalam plasenta, dan pada akhirnya, membuat bayi dalam kandungan juga ketagihan.
Menggunakan heroin selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kesulitan bernapas, gula darah rendah (hipoglikemia), perdarahan di dalam otak (perdarahan intrakranial), dan kematian bayi.
Bayi juga bisa dilahirkan kecanduan heroin dan dapat menderita gejala withdrawal symptom. Withdrawal symptom termasuk lekas marah, kejang-kejang, diare, demam, kelainan tidur, dan kekakuan sendi. Ibu yang menyuntikkan narkotika juga lebih rentan terinfeksi HIV, yang dapat ditularkan kepada anak-anak mereka yang belum lahir.
4. Metamfetamin atau sabu-sabu
Metamfetamin secara kimiawi terkait dengan amfetamin yang menyebabkan denyut jantung ibu dan bayi meningkat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang