Suara.com - Makanan bergizi bisa menunjang tubuh menjadi sehat jika nutrisi benar-benar terserap. Namun tubuh tidak akan mendapat nutrisi apa pun jika pencernaan tubuh mengalami masalah. Itu sebabnya, pencernaan sehat wajib dimiliki oleh setiap orang, terutama anak-anak.
Pada anak-anak, sistem pencernaan bahkan menjadi fondasi utama dari tumbuh kembang yang optimal. Itu sebabnya, penting bagi orangtua untuk tak hanya sekadar memperhatikan asupan nutrisi pada makanan anak, tapi juga memperhatikan kesehatan pencernaan anak.
"Kalau pencernaan sehat, nutrisi terserap dengan baik, tentu daya tahan tubuh anak jadi baik dan akan memberikan perkembangan yang optimal ke otak," kata dokter spesialis anak Ariani Dewi Widodo dalam siaran melalui kanal Youtube NestleLactogrow, Kamis (19/3/2020).
Ariani menjelaskan, pencernaan sehat akan membuat penyerapan nutrisi makanan lebih efisen. Selain itu, sistem imun akan menjadi lebih baik.
"Karena 80 persen sistem imun adanya di usus," ucapnya.
Ariani menyebut bahwa pencernaan merupakan otak kedua. Sebab pencernaan diatur melalui otak. Begitu pula cara kerja otak sangat terpengaruh dengan sistem pencernaan.
"Zat yang dihasilkan pencernaan dan otak itu kurang lebih sama. Kalau mood jelek atau stres, maka pencernaan terganggu. Sering kan, ya, mules-mules. Sebaliknya saat pencernaan terganggu, otak juga akan berpengaruh, mood," jelasnya.
Pencernaan dinyataan sehat ketika 80 persen terisi dengan bakteri baik, kata Ariani. Bakteri baik itu yang membantu pencernaan dalam menyerap nutrisi juga sebagai penghasil vitamin K.
Baca Juga: 8 Manfaat Jalan Kaki Tanpa Alas, Termasuk Perbaiki Pencernaan!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius