Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah menyebabkan banyak kecemasan, terutama pada kelompok orang yang rentan termasuk orang tua dan orang yang menderita penyakit autoimun.
Anda mungkin penasaran, apakah penderita autoimun sangat berisiko terinfeksi dan komplikasi corona Covid-19?
Kesehatan Masyarakat Inggris sudah mengatakan bahwa virus corona Covid-19 adalah ancaman terbesar bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan memiliki penyakit kronis jangka panjang.
Adapun penyakit autoimun yang masuk dalam kategori rentan terinfeksi virus corona Covid-19, seperti yang dilansir oleh express.co.uk, antara lain:
- Penyakit jantung
- Penyakit paru-paru
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Kanker
Layanan kesehatan Irlandia pun telah menambahkan beberapa kriteria orang yang rentan terinfeksi virus corona Covid-19.
- Pasien yang menjalani perawatan atau pengobatan kanker
- Pasien yang menjalani perawatan untuk penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, multiple sclerosis (MS) dan penyakit radang usus
- Pasien dengan HIV
- Orang yang pernah menjalani transplantasi organ atau sumsum tulang
Penyakit autoimun adalah suatu kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh balik menyerang tubuh Anda.
Sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Jika Anda memiliki penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh Anda akan keliru menganggap bagian tubuh menjadi sel asing atau sel jahat.
Karena itulah, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan autoantibodi untuk menyerang sel-sel sehat. Jadi, orang dengan penyakit autoimun sudah pasti akan lebih berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 dan membuat penyakit autoimunnya jauh lebih buruk.
Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun di dunia. Namun, jenis yang paling umum meliputi diabetes tipe 1, radang sendi, psoriasis, radang usus hingga multiple sclerosis.
Baca Juga: Sering Dijadikan Obat Tradisional, Lebih Baik Jahe atau Kunyit?
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai