Suara.com - Sejak ramai diperbincangkan di tingkat global, platform layanan kesehatan digital--Halodoc menjalankan protokol resmi untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi risiko infeksi virus corona Covid-19.
Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk berkonsultasi kesehatan jarak jauh dan memfasilitasi kebutuhan obat-obatan serta alat pendukung kesehatan lainnya.
Disampaikan oleh CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, upaya tersebut sejalan dengan gerakan physical distancing sebagai salah satu strategi yang diterapkan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Lewat konferensi pers virtual bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, Jonathan mengatakan bahwa edukasi masyarakat merupakan langkah preventif yang efektif di tengah kepanikan akibat pemberitaan Covid-19.
"Setiap harinya, Halodoc telah mengeluarkan paling tidak 3-4 konten edukasi yang dapat diakses masyarakat di platform Halodoc, terutama terkait upaya pencegahan penularan, seperti pentingnya melakukan physical distancing hingga mitos dan fakta yang banyak beredar di masyarakat," tulis siaran tulis yang diterima Suara.com, Jumat (27/3/2020).
Kini, pengguna juga bisa melakukan cek risiko Covid-19 secara mandiri melalui shuffle card yang ada di aplikasi.
Layanan yang telah diluncurkan pada 13 Maret ini telah mendapat antusias luar biasa dari masyarakat dan sudah diakses oleh 2.3 juta pengguna.
Lebih lanjut mengenai konsultasi kesehatan jarak jauh, Halodoc juga memastikan semua pengguna dapat berkomunikasi dengan dokter terkait keluhan gejala Covid-19 kapanpun dan dimanapun, yaitu dengan menambah jumlah dokter yang siaga secara online.
Saat ini setidaknya ada lebih dari 22.000 dokter berlisensi yang tergabung dalam ekosistem Halodoc, dengan 1.000 dokter dialokasikan khusus untuk memberikan konsultasi terkait Covid-19.
Baca Juga: Sempat Dirawat di RS, PDP Covid-19 di Bangka Selatan Meninggal
Platform kesehatan digital tersebut juga telah menjalankan protokol resmi penanganan risiko Covid-19 kepada para dokter.
Adapun protokol resmi yang diterapkan dalam berkomunikasi secara online tersebut meliputi pengenalan gejala klinis, rekomendasi penanganan lebih lanjut, memfasilitasi pengguna untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, hingga rujukan ke rumah sakit rujukan Kemenkes untuk penanganan Covid-19.
Menyikapi kelangkaan serta tingginya harga produk penunjang kesehatan seperti masker, Halodoc juga terus berupaya memastikan produk-produk tersebut tetap tersedia dan dapat dibeli melalui aplikasi Halodoc dengan harga wajar.
"Kami terus mengajak lebih dari 1.800 apotek rekanan kami untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif, yaitu dengan menjaga harga jual seluruh alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan dan multivitamin di harga yang wajar. Lewat transaksi daring, obat-obatan dan alat penunjang kesehatan ini dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Halodoc yang akan diantarkan langsung oleh kurir GoSend ke rumah pelanggan, sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah," tutup rilis tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang