Suara.com - Selama ini virus corona Covid-19 diketahui bisa bertahan hidup di permukaan benda seperti gagang pintu, tombol lift, sepatu dan lainnya. Padahal masih banyak permukaan-permukaan lainnya yang bisa menjadi tempat bertahan hidup virus corona Covid-19.
Karena itu, ahli kesehatan sangat menyarankan semua orang untuk rajin mencuci tangan pakai air dan sabun meskipun hanya di dalam rumah. Bahkan ahli juga menyarankan orang selalu menjaga kebersihan rumahnya.
Dengan begitu, kebersihan yang terjaga diharapkan bisa melindungi semua anggota keluarga dari ancaman virus corona Covid-19.
Tapi, banyak orang mungkin lupa beberapa tempat yang sering disepelekan untuk dibersihkan bisa menjadi tempat bertahan hidupnya virus corona Covid-19.
Menurut Deyan Dimitrov, CEO Laundryheap dilansir dari Daily Star mengatakan bahwa ada beberapa item di rumah yang bisa menjadi sarang bertahan hidupnya virus. Apa saja? Mari simak!
1. Handuk
Handuk yang lembap adalah tempat terbaik bagi bakteri, virus dan kuman dalam bertahan hidup serta berkembang biak. Karena itu, Anda disarankan rutin mengganti handuk untuk mencegah infeksi penyakit akibat virus dan bakteri di handuk.
Selain itu, Deyan juga menyarakan semua orang untuk selalu menggantung handuk yang telah dipakai di tempat panas sampai kering. Karena, cara ini bisa membantu membunuh bakteri yang menempel di handuk.
Jika Anda cemas, Anda bisa mencuci handuk dengan merendamnya di dalam air hangat yang dicampur sesendok cuka putih dan satu sendok soda kue untuk membunuh bakteri.
Baca Juga: Bikin Mata Sehat, Jangan Lupa Santap 5 Makanan Ini
2. Sarung tangan oven
Para ibu rumah tangga pasti memiliki sarung tangan khusus untuk mengangkat oven, penggorengan dan lainnya. Tapi, Anda jangan lupa untuk selalu mencuci dan menggantinya secara teratur.
Karena sarung tangan masak yang kotor dan lembap bisa menjadi sarang bertumbuhnya bakteri dan virus. Anda juga bisa mencucinya dengan merendamnya di air hangat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital