Suara.com - Dalam kasus Covid-19 ringan hingga sedang, hilangnya indra penciuman dan rasa dapat menjadi salah satu gejala awal.
Dokter-dokter Inggris pada Jumat (20/03/2020) mulai memperingatkan orang-orang dengan gejala tersebut untuk melakukan isolasi.
Melansir dari New York Times, para dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan, menggunakan bukti yang dikumpulkan dari para ahli medis lain di seluruh dunia. Mereka menyarankan untuk tetap terisolasi walaupun tidak ada gejala lain.
"Itu anosmia, yang pada dasarnya berarti hilangnya penciuman, tampaknya merupakan gejala yang berkembang pada sejumlah pasien," kata Kepala Koresponden Medis Dr. Sanjay Gupta pada CNN.
Demam, batuk, dan sesak napas menjadi gejala corona yang paling umum. Sementara, sebuah analisis terbaru terhadap kasus-kasus yang lebih ringan di Korea Selatan menemukan gejala utama pada 30 persen pasien adalah hilangnya penciuman. Di Jerman, dua dari tiga kasus yang dikonfirmasi menderita anosmia.
Lalu bagaimana cara mengetes sensitivitas indra penciuman dan pengecap?
Melansir dari CNN, salah satu cara termudah untuk tes penciuman adalah dengan makan permen jelly bean.
Permen warna-warni dengan berbagai rasa itu disebut bisa mengetes indra penciuman dan perasa Anda.
"Ambil beberapa jelly bean di satu tangan dan dengan tangan lain memegang hidung dengan erat sampai tidak bisa mengeluarkan udara," kata Steven Munger, direktur Pusat Bau dan Rasa di Universitas Florida.
Baca Juga: Wakil Bupati Kebumen Sumbang Gaji Ratusan Juta Buat Penanganan Corona
Kemudian, sambil mengunyah lepaskan tangan di hidung jika masih mencium jelly bean yang dimakan maka indra penciuman Anda baik-baik saja.
Metode tersebut dalam dunia ilmiah disebut dengan retro nasal olfaction. Cara itu mencoba membuat bau mengalir dari bagian belakang mulut Anda melalui faring hidung dan ke dalam rongga hidung Anda.
Apabila tidak memiliki jelly bean, Anda masih bisa menggunakan bahan lain.
"Indra penciuman murni akan terjadi jika Anda bisa mencium zat tertentu yang tidak merangsang saraf lain," kata Dr. Erich Voigt, direktur divisi otolaringologi tidur di NYU Langone Health.
"Jadi beberapa contohnya adalah jika Anda bisa mencium aroma kopi bubuk, pembuatan kopi, atau aroma seseorang yang mengupas jeruk. Itu tandanya masih normal," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak