Suara.com - Sebanyak 7 harimau di Kebun Binatang Bronx di New York City menunjukkan gejala yang mirip dengan Covid-19. Satu di antara harimau tersebut menunjukkan hasil tes positif Covid-19.
Diumumkan oleh Departemen Pertanian AS pada Minggu sore (5/4/2020), harimau jenis Malaya bernama Nadia tersebut kemungkinan tertular virus corona dari penjaga kebun binatang.
"Ini adalah pertama kalinya, sepengetahuan kami, bahwa seekor binatang (liar) tertular Covid-19 dari manusia," kata Paul Calle, kepala dokter hewan untuk Kebun Binatang Bronx, deperti dilansir dari National Geographic.
Sebelumnya, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memang ditemukan pada beberapa hewan peliharaan, seperti pada seekor anjing Pomeranian dan anjing gembala Jerman di Hong Kong, serta kucing peliharaan di Belgia.
Kucing, baik liar maupun peliharaan, rentan terhadap coronavirus kucing, tetapi sampai saat ini, tidak diketahui apakah mereka dapat tertular SARS-CoV-2. Sebuah penelitian baru di Cina telah menemukan bahwa kucing mungkin dapat saling menginfeksi, dan para ilmuwan saat ini tengah mempelajari spesies apa yang mungkin dapat terinfeksi olehnya.
Nadia si harimau yang kini berusia 4 tahun mengalami batuk kering pada akhir Maret lalu, dan dites virus corona pada 2 April. Adik Nadia, dua harimau Siberia, dan tiga singa Afrika juga menderita batuk dan kehilangan nafsu makan, namun mereka belum dites virus corona.
Kebun binatang yang telah ditutup untuk pengunjung sejak 16 Maret lalu ini berharap ketujuh harimau ini pulih seperti sedia kala. Namun, Wildlife Conservation Society, nirlaba yang menjalankan Kebun Binatang Bronx, memperingatkan dalam rilis berita bahwa tidak diketahui bagaimana penyakit dapat berkembang pada hewan.
Ketika Nadia mulai menunjukkan gejala, tim dokter hewan melakukan sejumlah tes diagnostik dan pemeriksaan darah. "Mengingat apa yang terjadi di New York City, kami tentu saja melakukan pengujian Covid-19," kata Calle. Tim mengambil sampel di kebun binatang, setelah menenangkan Nadia.
Mereka mengirim sampel untuk pengujian ke Laboratorium Diagnostik Negara Bagian New York di Universitas Cornell dan sampel Fakultas Kedokteran Hewan, Laboratorium Diagnostik Hewan, Universitas Illinois.
Baca Juga: Muncul Bakso Virus Corona di Surabaya, Cara Bertahan Digempur COVID-19
Menurut USDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, saat ini tidak ada bukti bahwa hewan liar atau penangkaran dapat menyebarkan virus corona kepada orang-orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya