Suara.com - Pemodelan mengenai wabah Covid-19 oleh Institute for Health Metrics and Evaluation di Universitas Washington memperkirakan wabah akan selesai pada Mei.
Mengalihbahasan dari CNN, pemodelan tersebut dibuat oleh Dr. Christopher Murray. Ia mengatakan, bahwa persebaran virus corona khususnya di Amerika Serikat akan berhenti pada musim panas.
"Satu hal yang kami benar-benar tahu pasti adalah langkah-langkah jarak sosial sudah bekerja," kata Murray pada Senin (13/4/2020).
Menurut model Murray, Senin (13/4/2020) adalah hari puncak kematian harian di Amerika Serikat di mana sekitar 2.150 kematian terjadi di hari tersebut.
Rilis model dari Universitas Washington bertepatan dengan keinginan Pemerintah AS untuk membuka kembali negara tersebut. AS ingin segera membuka negara karena jumlah kasus baru telah menurun selama dua hari berturut-turut.
Sayangnya para ahli memperingatkan bahwa dalam memerangi virus corona, setiap negara bagian memiliki kondisi yang berbeda. Keraguan soal pandemi berakhir di Mei, menurut ahli harus di lihat bahwa kasus setiap negara bagian.
"Sangat penting untuk melihat negara ini dalam berbagai situasi berbeda," kata Dr. Robert Redfield, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDD), pada acara "Today" NBC.
"Pandemi ini telah mempengaruhi berbagai bagian negara secara berbeda," kata Redfield. "Kami sedang melihat data dengan sangat hati-hati, negara demi negara, dan kami akan menilai itu," tambahnya.
Soal puncak kasus, menurut Redfield bisa diketahui ketika ada pelonjakan di suatu hari di mana di hari berikutnya kasus menurun.
Baca Juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Kabupaten Probolinggo Dipastikan Aman
"Anda akan tahu kapan berada di puncak kasus ketika hari berikutnya kurang dari hari sebelumnya," katanya.
Seruan untuk berhati-hati juga sedang digemakan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia meminta orang-orang untuk mengingat, bahwa virus corona berakselerasi lebih cepat daripada perlambatannya.
"langkah-langkah pengendalian hanya dapat dicabut jika langkah-langkah kesehatan masyarakat yang tepat sudah ada," kata Ghebreyesus seperti yang dikutip dari CNN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren