Suara.com - Umat Islam bersiap menjalani puasa Ramadan 2020 dalam beberapa hari mendatang.
Agar tubuh tak lemas, sebaiknya memastikan asupan gizi makanan Anda cukup hingga berbuka puasa dan kembali berpuasa keesokan harinya.
Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah, Raissa E Djuanda mengatakan, khusus untuk asupan energi sebaiknya pilih makanan mengandung karbohidrat kompleks ketimbang yang sederhana.
"Tetap makanan bergizi seimbang, lalu makanan bertahan lama (agar) menimbulkan rasa lapar, karbohidrat pilih yang kompleks dibanding nasi putih bisa nasi merah, kentang, roti gandum," kata dia dalam sebuah diskusi via daring belum lama ini dikutip dari Antara, Senin (20/4/2020).
Selain karbohidrat, sambung dr Raissa, jangan lupakan asupan lauk pauk yang beragam dengan tidak melupakan sayuran, buah dan mikronurien semisal asam lemak omega tiga yang bisa didapatkan dari teri basah, ikan salmon, tuna, ikan sarden dan lele.
Ia mengingatkan tidak melupakan asupan protein harian demi meningkatkan massa otot dan menjaga sistem kekebalan tubuh terutama di pandemi Corona Covid-19 seperti belakangan ini.
"Penuhi kebutuhan protein harian, karena bisa meningkatkan sistem imun dan jaga massa otot. Paling gampang makan telur dan minum susu," tutur dr Raissa.
Hal lainnya, memenuhi asupan cairan Anda saat berbuka dan sahur nanti agar tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa.
Anda mulai sekarang bisa mulai membiasakan diri memberi asupan air yang cukup agar terhidrasi optimal, seperti dilansir Arab News.
Baca Juga: Benarkah Kucing Mudah Tertular Virus Corona?
Tambahkan satu atau dua gelas dari anjuran umum sehari untuk mencoba dan menurunkan tingkat dehidrasi yang akan dihadapi tubuh selama puasa.
Selain itu, ketimbang tergoda makan banyak, Anda harus mulai menahan diri.
Kebanyakan makan akan membuat tubuh terbiasa makan dan menginginkan lebih. Ingin tahu lebih lanjut
Kurangi asupan kalori Anda sekarang dengan menukar makanan tinggi lemak dengan makanan berprotein tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia