Suara.com - Penyanyi kenamaan Ashanty mengabarkan salah satu asisten rumah tangganya, Suwarsih Asih, akan menjalani operasi pengangkatan tumor rahim pada Senin (20/4/2020).
"Abis dapat kabar sedih banget, Suteng (sapaan Suwarsih) kesayangan kena tumor rahim udah 13 cm, doain ya semia mau segera diangkat," tulis Ashanty di Instagram.
Tumor rahim, yang juga disebut sebagai fibroid, merupakan tumor berotot yang tumbuh di dinding rahim. Hampir semua fibroid jinak, yang artinya tidak bersifat kanker.
Ukurannya berkisar dari semai, tidak terdeteksi oleh mata manusia, hingga massa besar yang dapat merusak dan memperbesar rahim.
Berdasarkan laman Mayo Clinic, fibroid dapat memperluas rahim hingga mencapai tulang rusuk dan menambah berat. Namun, ini hanya terjadi pada kasus ekstrem.
Ginekolog dari John Hopkins Mindy Christianson, MD, mengatakan fibroid cukup umum, dengan 20% hingga 70% wanita akan memilikinya selama masa reproduksi. Kondisi ini juga hampir selalu (99% dari waktu) tidak berbahaya.
"Tetapi itu tidak berarti Anda harus mengabaikannya. Fibroid dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan yang berlebihan dan masalah reproduksi," kata Christianson, dikutip dari laman Hopkins Medicine.
Womens Health juga mengatakan fibroid jarang (kurang dari satu dalam 1.000) berubah menjadi kanker. Ini disebut dengan leimyosarcoma.
Memiliki fibroid tidak meningkatkan risiko mengembangkan fibroid kanker, juga tidak meningkatkan peluang wanita untuk mendapatkan bentuk kanker lain di dalam rahim.
Baca Juga: 5 Potret Akrab Ashanty dan Suwarsiha, Pengasuh Arsy yang Kena Tumor Rahim
Berita Terkait
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia