Suara.com - Rutin Berhubungan Intim Bikin Perempuan Tambah Gemuk, Mitos Atau Fakta?
Berhubungan seks secara rutin terbukti bermanfaat bagi tubuh. Studi mengatakan bahwa hubungan seks teratur dapat melawan stres, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati Anda, meningkatkan kesehatan jantung.
Namun, ada juga yang menyebut bahwa rutin berhubungan intim juga bisa membuat perempuan bertambah berat badan. Lantas, apakah pernyataan itu mitos atau fakta?
Seperti dilansir dari Times of India, tidak ada korelasi yang terbukti antara bertambahnya berat badan dan aktivitas seksual.
Bahkan jika kamu merasa penampilanmu sedikit berbeda setelah berhubungan seks, hal itu terjadi karena ketidakseimbangan hormon tertentu, yang melonjak atau terombang-ambing selama aktivitas seksual. Hal ini yang dapat berdampak pada berat badan.
Hormon-hormon tertentu, seperti DHEA, estrogen dan progesteron, merupakan hormon seks yang telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang terlalu cepat. Ketidakstabilan atau sekresi salah dalam kelenjar hormon dapat menambah masalah berat badan dan menempatkan Anda pada risiko obesitas.
Ini juga tergantung pada beberapa faktor lain, termasuk usia pubertas, siklus menstruasi dan menopause. Oleh karena itu, selalu disarankan bahwa seseorang harus menjaga hormon dan menjalani gaya hidup sehat.
Ada juga klaim yang tinggi bahwa wanita, khususnya dalam hubungan jangka panjang yang aktif secara seksual lebih rentan untuk menambah berat badan. Lagi-lagi ini hanyalah mitos besar.
Selama Anda makan dengan benar, berolahraga dan mengikuti gaya hidup yang baik, tidak ada alasan bagi Anda untuk khawatir menikmati kehidupan seks yang baik.
Baca Juga: Habis Gelap Terbitlah Terang Ternyata Terinspirasi dari Ayat Alquran
Sebaliknya, juga bisa menjadi aktivitas yang membakar kalori. Berhubungan intim selama 30 menit membakar sekitar 100-200 kalori. Oleh karena itu, ketika Anda melakukan hubungan seks teratur, Anda juga mengurangi faktor-faktor potensial lainnya seperti stres, kecemasan yang dapat membuat Anda kesulitan menurunkan berat badan.
Para peneliti juga mengatakan bahwa hubungan intim yang rutin mengaktifkan oksitosin, alias, hormon cinta, yang bahkan dapat mengubah nafsu makan, membuat Anda makan lebih sedikit dan berdampak pada konsumsi kalori Anda.
Karenanya, sering berhubungan seks, alih-alih membuat Anda bertambah gemuk dapat membantu Anda dan pasangan tetap bugar. Ingat, seks tidak akan pernah mengubah penampilan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi