Suara.com - WHO: Virus Corona akan Ada dalam Waktu yang Lama.
Sejumlah negara mulai melaporkan penurunan kasus virus corona atau Covid-19. Namun, dalam pernyataan resminya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa virus ini akan tetap ada untuk waktu yang lama.
Ia mengatakan, sebagian besar negara masih dalam tahap awal epidemi mereka. Sementara itu, beberapa yang terkena dampak awal pandemi sekarang mulai melihat kebangkitan dalam beberapa kasus.
"Jangan salah: kita masih harus menempuh jalan panjang. Virus ini akan bersama kita untuk waktu yang lama." ujar Tedros dalam pernyataannya, pada 22 April 2020.
Tedros juga kembali menekankan pentingya menjaga jarak sosial. Menurutnya, di banyak negara hal itu cukup efektif untuk menekan penyebaran virus tersebut.
"Tetapi virus ini tetap sangat berbahaya. Bukti awal menunjukkan sebagian besar populasi dunia tetap rentan. Itu berarti epidemi dapat dengan mudah bangkit kembali,"ujar dia.
Menurutnya, salah satu bahaya terbesar yang harus dihadapi sekarang adalah rasa puas diri. Banyak orang telah merasa bosan untuk tetap tinggal di rumah.
"Orang tentu ingin melanjutkan hidup mereka, karena hidup dan mata pencaharian mereka dipertaruhkan. Itulah yang diinginkan WHO juga. Dan untuk itulah kami bekerja, sepanjang hari, setiap hari," ungkap dia.
Tetapi dunia tidak akan dan tidak bisa kembali ke keadaan semula. Menurutnya mesti ada cara agar dunia bisa lebih sehat, lebih aman, dan lebih siap.
Baca Juga: Corona Update 23 April: Tambah 357 Kasus Positif, Total Pasien 7.775 Orang
"Langkah-langkah kesehatan masyarakat yang sama yang telah kami anjurkan sejak awal pandemi harus tetap menjadi tulang punggung respons di semua negara," kata dia.
"Temukan setiap kasus, isolasi setiap kasus, uji setiap kasus," pungkas Tedros.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan