Namun, cara kerja diet karnivora untuk mengurangi gangguan dan keluhan psikis tersebut belum diketahui dengan pasti. Selain itu, efektivitas dari diet karnivora juga bisa saja berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Risiko dari Diet Karnivora
Meskipun mampu menurunkan berat badan dan risiko depresi, namun diet karnivora juga menyebabkan beberapa risiko gangguan kesehatan. Jadi, Anda perlu mengetahui risiko ini agar nantinya siap ketika akan memulai diet karnivora.
Selain itu, mengetahui risiko ini juga penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan diet karnivora. Berikut ini beberapa risiko gangguan kesehatan akibat diet karnivora:
1. Sembelit
Diet karnivora merupakan metode diet yang cukup unik, di mana kita disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dari tumbuhan, seperti buah dan sayur. Padahal diketahui bahwa makanan dari tumbuhan memiliki kandungan serat tinggi, yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan melancarkan buang air besar atau BAB.
Karena kurangnya konsumsi serat dari sayuran dan buah tersebut, maka diet karnivora bisa meningkatkan risiko sembelit. Hal tersebut tentu saja akan mengganggu kesehatan jika terjadi secara terus-menerus, karena BAB sangat penting untuk membuang sisa makanan yang tidak tercerna dari dalam tubuh.
2. Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi
Tidak hanya sembelit, diet karnivora ternyata juga bisa meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena orang yang melakukan diet karnivora diharuskan untuk mengonsumsi makanan berbahan dasar daging yang tentu saja memiliki kandungan kolesterol dan lemak jenuh.
Baca Juga: Studi: Diet Bisa Jadi Kunci Terhindar dari Infeksi Parah Covid-19
Kandungan lemak jenuh tersebut ternyata mampu meningkatkan kadar lemak jahat atau LDL. LDL itulah yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada sistem kardiovaskular.
Selain itu, Anda yang melakukan diet karnivora juga memiliki risiko tinggi untuk mengonsumsi daging olahan dengan kandungan garam atau sodium. Makanan dengan kandungan sodium yang tinggi bisa meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Pahami Dulu Aturannya sebelum Mencoba
Itulah beberapa informasi penting mengenai manfaat dan risiko diet karnivora yang harus diketahui sebelum menjalankannya. Yang jelas, meski diet karnivora memiliki beberapa manfaat, tapi belum ada riset yang menguji efektivitasnya. Jadi akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menjalankan diet karnivora.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Selain Jaga Kinerja Jantung, Ini 5 Manfaat Lain Bayam Hijau untuk Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak