Suara.com - Data menunjukkan orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis penyerta, seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah paru-paru lebih rentan mengalami infeksi Covid-19 yang parah.
Sekarang, sebuah studi baru menambahkan obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko utama untuk infeksi Covid-19 parah, bahkan pada pasien di bawah 60 tahun.
Dokter di Inggris telah mengeluarkan peringatakan ini setelah menemukan mayoritas pasien Covid-19 yang dirawat di unit perawatab intensif NHS kelebihan berat badan atau obesitas.
Sebuah penelitian di Perancis juga menunjukkan sebagian pesar pasien yang membutuhkan bantuan ventilator adalah pasien dengan berat badan berlebih.
Itulah mengapa orang perlu menjaga berat badan pada kisaran yang lebih sehat yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini, dilansir The Health Site:
1. Mengurangi konsumsi gula dan lemak jenuh
Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan diabetes, sementara lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Saat membeli makanan, pilihlah yang rendah gula, lemak jenuh dan glikemik. Perbanyak makan makanan berprotein tinggi karena dapat membantu tubuh mengontrol gula darah dan menekan rasa lapar.
2. Membuat rencana makan
Baca Juga: Hati-hati! Orang Obesitas Lebih Rentan Tertular Virus Corona Covid-19
Merencanakan makanan akan mendorong pilihan makanan yang lebih baik dan membuat sadar apa yang di makan setiap hari. Di sisi lain, cara ini juga dapat membuat Anda berhemat.
3. Olahraga
Berolahraga tidak hanya dapat membantu penurunan berat badan, tetapi juga bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan mental. Olahraga dikenal sebagai pengobatan yang efektif untuk depresi, kecemasan, ADHD, dan banyak lagi.
Selain itu, melakukan olahraga meski kecil tetapi rutin dapat mengurangi stres, meningkatkan daya ingat, dan menaikkan suasana hati.
4. Membuat jurnal makan
Menyimpan jurnal makan akan membantu mengontrol makan berlebih, melakukan perbaikan pola makan, dan memperhatikan ukuran porsi.
Berita Terkait
-
Bukan Tips Diet: Membedah Stigma dan Kebebasan dalam Novel Amalia Yunus
-
Bebas Makan Enak, 5 Tips Tetap Stabilkan Berat Badan saat Hari Raya
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga