Suara.com - 5 Fakta Remdesivir yang Disebut Efektif Bantu Pemulihan Pasien Corona.
Baru-baru ini, obat Ebola buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Gilead, ramai diperbincangkan. Kabar itu mencuat setelah adanya klaim dari para ilmuan bahwa obat Remdesivir efektif membantu pemulihan pasien positif virus corona atau Covid-19.
Pasien yang diberi obat remdesivir memiliki waktu pemulihan sepertiga lebih cepat dari pasien yang tak diberikan obat.
Sebenarnya apa obat remdesivir? Dikutip dari Financial Times, berikut adalah 5 fakta seputar obat Ebola tersebut.
1. Obat Untuk Menangani Ebola
Remdesivir adalah obat antivirus yang menargetkan replikasi mekanisme virus untuk menghentikan mereka bereproduksi. Obat ini awalnya dikembangkan oleh Gilead, perusahaan biokteknologi di California, untuk menangani Ebola, namun tak pernah disetujui.
Akhirnya para peneliti mencoba menggunakan remdesivir untuk menangani virus Covid-19 karena obat ini menunjukkan efek pada penyakit akibat virus corona lainnya.
Bulan lalu, Gilead memperoleh status 'orphan drug' untuk remdesivir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Namun obat ini hanya diperuntukkan bagi penyakit yang menyerang kurang dari 200 ribu orang di AS.
2. Menarik Minat Banyak Investor
Baca Juga: 4 Fakta Penting Soal Obat Paracetamol: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping
Percobaan awal yang dilakukan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID) menunjukkan pasien yang mengonsumsi obat remdesivir 31 persen sembuh lebih cepat.
Angka kematiannya pun rendah, hanya 8 persen, dibandingkan dengan 11 persen. Namun secara statiftik tidak signifikan.
Anthony Fauci, direktur NIAID, mengatakan bahwa dia sangat optimis pada remdesivir. Menetapkan sebuah obat yang dapat mereplikasi mekanisme virus bisa membuat terobosan lain, katanya.
Meski data remdesivir perlu dianalisis lebih jauh, Dr Fauci mengatakan hal ini harus diumumkan.
"Kapanpun Anda memiliki bukti jelas bahwa sebuah obat bekerja, kamu memiliki kewajiban etis untuk segera memberitahu orang dalam grup placebo, sehingga mereka memiliki akses," tuturnya.
Fakta selanjutnya di halaman berikutnya: Ada bukti Obat Remdesivir tidak bisa bekerja ...
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal