Suara.com - Belakangan ini, anak-anak mengalami sindrom peradangan langka yang mirip penyakit kawasaki di mana terkait dengan virus corona. Kondisi yang dijuluki dengan Pediatric Multisystem Inflammatory Syndrome (PMIS).
Melansir dari Express, seorang pria menceritakan gejala PMIS yang dialami putrinya setelah ia dirawat di rumah sakit intensif di rumah sakit Leeds.
Putri Piers Roberts, yang berusia lima tahun bernama Scarlett, pulih dari virus corona.
"Dia kemudian didiagnosis dengan PMIS setelah dilarikan ke rumah sakit," kata Piers pada ITV's Good Morning Britain.
Piers menjelaskan bahwa putrinya hanya mengeluh sakit perut dan mual.
Dia mengakui bahwa sebagian besar orangtua sering mendengar keluhan serupa oleh anak-anak, sehingga sulit untuk mengidentifikasi kapan anak tersebut mungkin menderita PMIS.
"Saya tidak bisa berkomentar tentang apa yang harus diwaspadai orangtua karena saya tidak mengerti proses penyakitnya," kata Piers.
"Suhu tinggi, mual, dan sakit perut," tambah Pears menggambarkan keluhan yang diderita putrinya.
Piers menjelaskan bahwa Scarlett sekarang dalam pemulihan dan telah membuat kemajuan luar biasa sejak beberapa hari yang lalu.
Baca Juga: Pengganti Libur Lebaran Digeser Jadi Akhir Juli atau Desember?
Dokter residen ITV, Dr Hilary Jones, menjelaskan tanda dan gejala lengkap PMIS yang harus diwaspadai orangtua.
Tetapi, sekali lagi ia mengakui bahwa sulit untuk membedakan antara keluhan umum dan sesuatu yang serius.
"Apa yang kita lihat sekarang adalah jenis sindrom yang berbeda," kata Jones.
"Ini mirip dengan penyakit Kawasaki dan itu dianggap sebagai reaksi kekebalan terhadap Covid-19. Anak-anak yang pernah mengalami ini belum tentu dinyatakan positif Covid-19. Beberapa memang sudah, tetapi mereka yang tidak dinyatakan positif sering memiliki Antibodi Covid-19," tambahnya.
Menurut Dr. Hilary Jones, gejala dari PMIS adalah demam, kadang sakit perut dan diare, kulit mengelupas, tekanan darah rendah, dan kelenjar bengkak.
"Ini adalah gejala yang tidak mudah dibedakan dari penyakit menular normal yang dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut pada anak-anak," kata Jones.
"Tapi ada baiknya untuk curiga bahwa anak Anda mungkin menderita sindrom ini yang kami sebut penyakit radang multi-sistem pediatrik, atau PMIS," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!