Suara.com - Tekanan darah tinggi sering digambarkan sebagai 'silent killer', karena, biasanya tidak menimbulkan gejala apapun bila tak diobati. Tetapi, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi 2 porsi produk susu penuh lemak sehari bisa menurunkan risiko terkena penyakit tersebut. Mau coba?
Sementara itu, bagi kamu yang mengalami masalah perut kembung setelah seharian kemarin banyak mengonsumsi hidangan lebaran, ada satu cara alami yang bisa dicoba untuk meredakannya. Coba konsumsi pepaya!
Simak berita selengkapnya di bawah ini!
1. Kontrol Tekanan Darah Tinggi, Konsumsi 2 Porsi Makanan ini Setiap Hari
Tekanan darah tinggi sering digambarkan sebagai 'silent killer'. Karena, biasanya tidak menimbulkan gejala apapun bila tak diobati.
Tetapi, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi 2 porsi produk susu penuh lemak sehari bisa menurunkan risiko terkena penyakit tersebut.
2. Punya Masalah Perut Kembung? Pepaya Bisa Jadi Solusi
Perut kembung menjadi masalah umum yang cukup mengganggu. Penyebabnya sendiri bisa terjadi karena terlalu banyak menelan udara saat makan.
Baca Juga: Meningkatnya Tekanan Darah Selama dan Setelah Olahraga Jadi Tanda Penyakit?
Selain itu, makanan yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh. Contohnya kacang, bawang, brokoli, kubis, kecambah dan kembang kol dapat menyebabkan angin dan kembung.
3. Benarkah Ada Lebih dari 1 Jenis Virus Corona Baru? ini Kata Peneliti!
Sejak munculnya wabah virus corona jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 alias Covid-19, beberapa peneliti telah menduga bahwa ada lebih dari 1 jenis virus corona baru.
Mutasi dari virus corona jenis baru itulah yang dinilai menyebabkan perubahan seberapa risiko orang terinfeksi dan tingkat mematikannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?