Suara.com - Mengantuk atau kelelahan setelah makan adalah hal alami dari pola pencernaan dan siklus tidur. Beberapa jenis makanan dan waktu makan juga dapat membuat orang merasa sangat lelah setelah makan.
Penurunan energi setelah makan disebut postprandial somnolence.
Dilansir dari Medical News Today, peneliti memiliki teori berbeda dari penyebab kelelahan setelah makan, tetapi umumnya setuju bahwa ini adalah respon alami tubuh.
Meski begitu, hal ini bisa sangat berbahaya jika terjadi pada siang hari ketika seseorang bekerja dalam kondisi berisiko, seperti mereka yang mengoperasikan mesin atau kendaraan.
Strategi berikut dapat membantu mencegah kelelahan setelah makan:
1. Makan sedikit tapi sering
daripada makan makanan besar dalam satu waktu, makanan kecil dan camilan setiap beberapa jam dapat menjadi sumber energi Anda. Sepotong buah atau segenggam kacang kemungkinan dapat mengisi energi Anda.
2. Dapatkan kualitas tidur yang baik
Seseorang yang cukup tidur di malam hari lebih sedikit mengalami penurunan energi setelah makan siang.
Baca Juga: Waspada Perut Kembung Setelah Makan, Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis!
3. Berjalan-jalan
Berolah raga ringan di siang hari, terutama setelah makan, dapat membantu seseorang kurang lelah.
4. Tidur siang singkat di siang hari
5. Terapi cahaya terang
Penulis studi 2015 menemukan mengekspos orang ke cahaya terang setelah makan siang dapat mengurangi kelelahan.
6. Hindari minum alkohol saat makan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren