Suara.com - Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Negara-negara ASEAN Wajib Siaga
Antisipasi gelombang kedua virus Corona wajib dilakukan oleh negara-negara di Asia Tenggara, di tengah pelonggaran karantina dan pembatasan sosial.
Dilansir Anadolu Agency, negara-negara ASEAN harus menjaga keseimbangan antara tindakan relaksasi lockdown dan mencegah kembali peningkatan Covid-19.
Untuk itu, Pusat Kedokteran Militer ASEAN (ACMM) mengadakan pertemuan virtual yang dihadiri perwakilan militer dari 10 negara anggota ASEAN, Amerika Serikat, Selandia Baru, India, Jepang, Cina, Rusia, Korea Selatan, dan Australia.
Sekjen ACMM Mayor Jenderal Pramote Imwathana yang berasal dari Thailand mengatakan pertemuan digelar untuk berbagi pengalaman masing-masing negara-negara berperang melawan pandemi.
Pramote juga mengatakan forum ini menandai dimulainya kerja sama lintas batas yang akan membantu membendung wabah.
"Kita perlu memberantas Covid-19 dari wilayah ini," ujar dia.
Pramote mengatakan setiap negara ASEAN memiliki program penanggulangan krisis yang dilaksanakan dengan dukungan angkatan bersenjata.
Dia mencontohkan di Thailand, banyak fasilitas karantina dilakukan dengan keterlibatan relawan kesehatan.
Baca Juga: Menaker Harap ASEAN Punya Road Map Ketenagakerjaan Usai Pandemi Covid-19
Hal ini, kata dia, artinya kerja sama sipil-militer dapat dilakukan untuk menyaring virus di antara para warga yang baru kembali dari luar negeri.
Pramote juga mengingatkan negara ASEAN untuk menjalankan keseimbangan antara tindakan relaksasi lockdown dan mencegah kembali peningkatan Covid-19.
Menurut data John Hopkins University, Amerika Serikat, total infeksi Covid-19 di ASEAN mencapai 83.266 kasus dengan 2.580 kematian.
Singapura masih unggul dalam jumlah kasus infeksi di Asia Tenggara sebesar 32.876 dengan 23 kematian.
Sedangkan Indonesia berada di posisi kedua dengan 23.851 kasus dengan 1.473 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga