Suara.com - Wacana sekolah dibuka kembali pada awal tahun ajaran baru nanti membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) khawatir. Dan baru-baru ini, IDAI pun mengeluarkan anjuran terkait Kegiatan Belajar Mengajar dalam masa pandemi Covid-19.
Salah satu dari lima poin yang dianjurkan oleh IDAI adalah sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020 nanti.
Dijelaskan lebih jauh oleh Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), konsultan respirologi anak dari Satgas Covid-19 IDAI, ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut.
"Kalau tetap sekolah dibuka bulan Juli oleh pemerintah, kekhawatiran kita adalah akan banyak anak tertular Covid-19 dari orang yang tidak bergejala," tuturnya dalam perbincangan dengan Suara.com, Senin (1/6/2020).
Bisa jadi juga, ketika anak tertular juga tak bergejala, lalu membawa virus tersebut ke rumah, menularkan pada orang di rumah yang mungkin berisiko tinggi.
Sehingga jika penularan tersebut terjadi, dikhawatirkan akan muncul yang disebut second wave atau gelombang kedua dari pandemi Covid-19 ini.
"Karena mulai kembali normalnya aktivitas-aktivitas yang melibatkan banyak orang, tapi proses skriningnya tidak baik, akhirnya justru klaster-klaster baru terjadi di sekolah, kemudian menyebar di rumah, atau sebaliknya," lanjut dr. Nastiti.
Oleh karena itu, untuk bersiap menghadapi new normal dan dibukanya sekolah pada tahun ajaran baru nanti, IDAI telah memberikan pembekalan pada anggota-anggota IDAI di tiap kabupaten di Indonesia.
Sebab, pemerintah telah mengatakan bahwa kebijakan membuka sekolah ini didasarkan oleh zona-zona yang mungkin berbeda di tiap kabupatennya.
Baca Juga: Widi Mulia Tak Tahu Suaminya, Dwi Sasono Konsumsi Narkoba
Sehingga nanti apabila anggota IDAI akan dimintai komentar atau rekomendasi, akan sesuai dengan provinsi atau kabupatennya. Anggota akan dibekali untuk dapat menganalisis parameter tersebut.
"Kita juga mengedukasi orangtua dan murid serta mengadvokasi pemerintah untuk betul-betul melakukan persiapan dalam pembukaan sekolah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin