Suara.com - Aturan di rumah aja selama pandemi virus corona Covid-19 bisa membuat seseorang merasa sendiri dan terkurung. Sehingga seseorang mungkin merasa sesak, mudah tersingung dan gelisah. Kondisi itu bisa disebut demam kabin atau cabin fever.
Demam kabin adalah istilah populer untuk reaksi umum ketika diisolasi atau dikurung dalam waktu lama. Demam kabin bukan suatu diagnosis khusus gangguan mental, tetapi kondisi ini bisa disebut sebagai suatu sindrom.
Umumnya dilansir oleh Very Well Health, orang dengan demam kabin tidak akan mengalami gejala yang sama. Meskipun banyak orang mengaku mudah tersinggung atau gelisah.
Jika gejala Anda relatif ringan, lakukan langkah-langkah aktif untuk memerangi perasaan itu agar lebih baik. Bila gejala demam kabin yang Anda alami cukup signifikan, lakukan langkah ini untuk mengatasinya.
1. Keluar dari rumah
Cobalah untuk keluar rumah sesaat untuk menghirup udara segar dan mendapat paparan sinar matahari, tp Anda tidak harus berpergian. Paparan sinar matahari itu bisa membantu mengatur siklus alami tubuh dan olahraga melepaskan endorfin.
2. Pertahankan pola makan
Banyak orang cenderung mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti junk food ketika di rumah aja. Padahal kita masih perlu menjaga pola makan sehat dan seimbang untuk meningkatkan energi dan melindungi tubuh saat kurang olahraga.
Pola makan sehat dengan nutrisi seimbang itu pula akan menjauhkan Anda dari demam kabin selama masa isolasi mandiri.
Baca Juga: Mengenal Nilai R Terkait Virus Corona Covid-19, Ini Arti dan Fungsinya!
3. Tentukan tujuan
Selama masa isolasi mandiri, orang cenderung terjebak dalam keterbatasan dengan membuang waktu tanpa melakukan apapun. Padahal Anda masih perlu menetapkan tujuan harian dan mingguan meski berada di rumah aja.
4. Gunakan otak
Selain pola makan dan olahraga berantakan, orang cenderung menghabiskan waktunya menonton TV, film dan gadget selama isolasi mandiri.
Sayangnya, lebih baik Anda mengerjakan teka-teki silang atau game papan untuk merangsang pikiran, membantu Anda bergerak lebih maju dan mengurangi perasaan terisolasi.
5. Olahraga
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya