Suara.com - Konsumsi Kopi Tidak Berbahaya Bagi Jantung, Mitos atau Fakta?
Banyak anggapan telah memperingatkan bahwa kafein dalam kopi dapat membuat jantung berdetak kencang dan menyebabkan detak jantung yang tidak normal.
Kondisi itu membuat seseoarng akhirnya menghindari konsumsi kopi. Tapi benarkah anggapan tersebut?
"Kami tidak dapat menemukan bukti bahwa mereka yang minum kopi memiliki risiko lebih tinggi terkena irama jantung abnormal. Itu sangat relevan karena alasan umum bahwa penyedia layanan kesehatan merekomendasikan menghindari kopi justru untuk menghindari irama jantung yang tidak normal," kata ketua peneliti Dr Gregory Marcus.
Faktanya, kopi dapat mengurangi risiko fibrilasi atrium (a-fib) di masa depan dan aritmia lainnya, kata Marcus, seorang profesor penelitian fibrilasi atrium di University of California, San Francisco.
Aritmia mengacu pada detak jantung yang tidak tepat, atau terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak menentu.
Aritmia yang tidak diobati dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, menurut American Heart Association.
Untuk penelitian ini, Marcus dan rekan-rekannya mengumpulkan data pada hampir 300.000 orang di UK Biobank, sebuah studi jangka panjang di Inggris. Usia rata-rata peserta hampir 57 tahun.
Selama lima tahun masa tindak lanjut, lebih dari 13.000 orang mengembangkan aritmia.
Ini termasuk lebih dari 4 700 dengan fibrilasi atrium atau flutter atrium, hampir 800 dengan takikardia supraventrikular, hampir 400 dengan takikardia ventrikel, dan lebih dari 300 dengan kompleks ventrikel prematur.
Baca Juga: Ilmuwan: Pasien Sembuh Corona Bisa Alami Sesak Napas dan Mudah Kelelahan
Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, mereka yang mengonsumsi hingga lima cangkir atau lebih sehari sebenarnya menurunkan risiko aritmia ini, para peneliti menemukan.
Selain itu, setiap cangkir tambahan menurunkan risiko sebesar 3 persen.
Marcus berkata bahwa kopi mungkin baik untukmu. Ini mengandung antioksidan, meningkatkan metabolisme, meningkatkan kinerja olahraga dan meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
Kebiasaan minum kopi secara teratur juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Namun, penelitian ini hanya mengamati hubungan. Dan mungkin ada pengecualian, terutama untuk seseorang dengan kelainan irama jantung yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi