Suara.com - Aman Bagi Pencernaan Anak-Anak, Apa Itu Makanan Plant Based?
Pencernaan anak-anak butuh waktu untuk bisa mengolah berbagai jenis makanan apapun. Oleh karena itu, belum tentu tubuh mereka bisa mencerna makanan yang biasa disantap orang dewasa.
"Anak kecil itu bukan miniaturnya orang dewasa. Jadi, bukan orang dewasa yang kecil. Anak-anak ya anak-anak. Dia butuh juga untuk pencernaannya bisa berkembang, mencerna makanan yang kita makan," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damai dalam siaran langsung Instagram bersama Orami Parenting, Kamis (4/6/2020).
Vito mengatakan, salah satu makanan yang baik untuk pencernaan anak-anak adalah plant based atau sumber nabati. Bukan hanya mudah diterima tubuh, makanan plant based juga membuat sistem pencernaan anak lebih sehat.
"Karena sumbernya nabati, jadi plant based ini membuat pencernaan kita natural dan tentunya untuk anak-anak mudah diterima dan lebih sehat karena pencernaannya lebih baik," jelasnya.
Melalui makanan nabati juga tubuh akan menyerap nutrien lebih banyak karena usus mencernanya lebih lama, kata Vito. Sehingga menurutnya, makanan plant based bukan hanya aman bagi anak-anak, tapi juga bermanfaat tubuhnya.
Vito menambahkan, sumber makanan alami itu juga biasanya kecil kemungkinan menyebabkan alergi kepada anak-anak.
"Karena jika makanan alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka kemungkinan alergi pun lebih kecil. Pastinya lebih sehat dan mudah dicerna," ujarnya.
Baca Juga: Kak Seto: Orangtua Merokok Berarti Merusak Kesehatan Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius