Suara.com - Seorang pakar kesehatan terkenal memperingatkan pandemi global berikutnya bisa 100 kali lebih buruk daripada wabah virus corona Covid-19 sekarang ini.
Dr Michael Herschel Greger telah mengklaim bahwa masih ada pandemi virus yang lebih buruk, meskipun negara-negara telah melewati puncak krisis virus corona Covid-19.
Pakar nutrisi Amerika Serikat mengatakan bahwa perternakan unggas yang terlalu padat perlu mewaspadai peringatan ini. Karena, ayam-ayam ternak yang saling berdekatan di kandang bisa memicu pandemi virus berikutnya.
Dr Greger percaya bahwa pandemi virus berikutnya bisa 100 kali lebih buruk dan tingkat kematiannya 2 kali lipat dari virus corona Covid-19.
Saat ini wabah virus corona Covid-19 telah menyebabkan kematian 400 ribu lebih orang di dunia. Sementara jumlah kematian di Indonesia sudah mencapai 2.000 orang.
Dr Greger dalam bukunya 'How To Survive A Pandemic' mengatakan peternak biasanya menempatkan ayam di ruang sempit dan berdesakan. Tempat seperti itulah yang ideal untuk virus berkembang biak, seperti virus flu burung.
"Menempatkan ribuan hewan yang stres kronis di ruangan yang penuh sesak dan kotor, situasi itu bisa menciptakan virus mematikan," kata Dr Greger dikutip dari The Sun.
Contohnya, flu burung yang merupakan infeksi virus menular yang ditularkan burung ke manusia. Menurut Dr Greger, wabah flu burung di Hong Kong pada tahun 1997 diperoleh langsung dari unggas di peternakan unggas.
Dr Greger menunjukkan bahwa dari 18 orang yang terinfeksi, 6 orang telah meninggal yang menandakan tingkat kematian kasus flu burung yang sangat tinggi.
Baca Juga: Waspada Bibir Membiru, Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19!
Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa wabah flu burung di China. Meskipun upaya untuk menghilangkan virus sudah dilakukan, seperti memusnahkan jutaan ayam untuk menghentikan infeksi virus.
"Kekhawatirannya adalah virus itu tidak pernah diam, tetapi selalu bermutasi. Kondisi ini adalah monster yang bersembunyi di semak-semak, yang membuat ahli epidemiologi bergidik," kata Dr Greger.
Dr Greger pun menambahkan bahwa wabah Covid-19 telah menunjukkan bertapa dahsyatnya virus yang berasal dari hewan tersebut. Namun, ada sedikit bukti menunjukkan bahwa makan lebih sedikit daging bisa membantu mengurangi terjadinya wabah penyakit mematikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat