Suara.com - Berjalan adalah bentuk olahraga ringan yang secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda. Jalan kaki juga disebut bisa meningkatkan energi dan suasana hati.
Dilansir dari Insider, berikut tiga manfaat penting berjalan santai unyuk kesehatan Anda, antara lain:
1. Membakar kalori dan menurunkan berat badan
Berjalan meningkatkan detak jantung, menyebabkan Anda mengeluarkan energi dan membakar kalori seperti bentuk aktivitas fisik lainnya seperti berlari, berenang, atau bersepeda. Berapa banyak kalori yang Anda bakar tergantung pada seberapa cepat Anda berjalan, berapa lama, medan, dan berat badan Anda.
Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Strength & Conditioning Research menemukan bahwa partisipan membakar rata-rata 89 kalori dengan berjalan 1.600 meter (sekitar 1 mil). Itu hanya sekitar 20 persen kurang dari 113 kalori yang dibakar peserta lainnya dengan jarak yang sama.
2. Meningkatkan level energi dan kemampuan otak
Berjalan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh sehingga lebih banyak darah yang mengandung oksigen dan nutrisi yang dapat mencapai otot-otot besar di kaki serta otak.
"Inilah yang membuat Anda merasa bersemangat," kata Pete McCall CSCS, ahli fisiologi olahraga, pelatih pribadi, dan penulis.
Selain itu, berjalan dan jenis latihan fisik lainnya telah terbukti meningkatkan jumlah jenis protein yang ditemukan di otak, yakni faktor neurotropik turunan otak (BDNF). BDNF bertanggung jawab atas seberapa baik Anda dapat berpikir, belajar, dan menghafal.
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Anak Nurhadi Lebih Memilih Bungkam
"Ada korelasi antara jalan cepat dan peningkatan level BDNF yang dapat membantu meningkatkan kognisi keseluruhan atau proses berpikir," kata McCall.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Berjalan cepat dan teratur juga dapat membantu melindungi Anda dari flu atau penyakit terkait kekebalan tubuh lainnya.
Hal tersebut karena latihan fisik seperti berjalan meningkatkan jumlah sel darah putih yang bersirkulasi dalam darah Anda. Sel-sel ini melawan infeksi dan penyakit lain sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Sebuah studi pada 2013 terhadap 800 orang dewasa muda selama enam tahun yang diterbitkan dalam World Journal of Experimental Medicine menunjukkan bahwa jumlah sel darah putih meningkat secara signifikan setelah hanya lima menit berolahraga.
Berjalan juga dikaitkan dengan jumlah hari sakit yang lebih rendah. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine melacak 1000 orang dewasa selama musim flu. Mereka yang berjalan dengan kecepatan sedang selama 30 hingga 45 menit sehari mengalami 43 persen lebih sedikit masa sakit daripada mereka yang jarang berjalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026