Suara.com - Pandemi Covid-19 mengharuskan sejumlah rumah sakit dan klinik membatasi konsultasi tatap muka, demi menghindari risiko penularan virus Corona. Imbasnya pengurangan jumlah pasien terjadi di beberapa rumah sakit di Indonesia. Hal ini juga berdampak pada pendapatan rumah sakit. Pelayanan kesehatan digital secara online alias telemedis pun hadir sebagai solusi.
Sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan digital berbasis fasilitas kesehatan, aido health melakukan diskusi online tentang perkembangan layanan kesehatan digital Indonesia di tengah pandemi Covid-19 pada Senin (15/6/2929) kemarin.
"Kita melihat sebenarnya Covid-19 ini untuk Indonesia dan negara yang lain juga itu seperti blessing in disguise. Banyak sekali yang tadinya serba manual, lalu adanya Covid-19 ini semua tenaga IT itu bisa dikerahkan," kata dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, Konsultan CDC Atlanta, sebagai pembicara pertama.
Selanjutnya, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, dr Daeng M. Faqih, SH, MH, mengatakan rumah sakit merupakan sektor yang berhubungan langsung dengan Covid-19. Maka dari itu, penting bagi rumah sakit untuk tetap survive agar tidak mengalami kolaps. Sehingga mengambil langkah untuk menambahkan layanan telemedis bisa menjadi salah satu solusi terbaik.
"Melihat suasana Covid-19 ini berdampak pada dokter, banyak yang takut praktik, pasien juga banyak yang takut ke tempat layanan dokter. Sehingga pada 2020 ini ada dua peraturan yang kemudian memungkinkan kita mendorong pelayanan telemedis," tuturnya.
Yang pertama adalah Surat Edaran Menteri Kesehatan No. 303 tentang Penyelenggaraan Layanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi pada Masa Covid-19 dan Perkonsil 74 Tahun 2020 tentang Kewenangan dan Praktik Kedokteran melalui Telemedis pada Masa Covid-19.
dr. Daeng berharap ke depannya pelayanan telemedis ini bisa akan terus dilakukan tak hanya pada masa pandemi Covid-19 dan akan terus berlanjut supaya pelayanan kesehatan melalui telemedis ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan hukum dan etik.
Pembicara selanjutnya, Wakil Ketua MKEK IDI Pusat, Dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS(K), mengatakan bahwa hadirnya peraturan tentang layanan kesehatan telemedis adalah kerja gotong royong dari seluruh dokter di Indonesia. Ia menyebut seharusnya dalam keadaan ini, tiap dokter di Indonesia siap untuk dimobilisasi, tentunya dengan pembekalan yang baik untuk nanti ikut terjun bersama.
"Kita pahami bahwasanya layanan ini ada negatif dan positifnya, negatifnya adalah keterbatasan penentuan diagnosis, terutama aspek pemeriksaan fisik. Sementara diagnosis adalah penentu, namun di sisi lain positifnya adalah kita tetap masih memberikan layanan ketimbang pasiennya coba-coba saking takutnya ke rumah sakit dia membeli obat sendiri, kemudian pembatasan sosial yang penting di kala pandemi dan juga pencegahan penularan," ujarnya lagi.
Baca Juga: Komisi IX Minta Pemerintah Serius Tangani Pandemi Covid-19
Pembicara ketiga, dr Eric Tenda, SpPD, FINASIM, selaku Chief Investigator The FIGHT Covid-19 Study, mengatakan peran teknologi dalam dunia kedokteran sangat besar. Terkait kekhawatiran akan akurasi pemeriksaan telemedis, ia menyebut pentingnya definisi, aturan, dan batasan pemeriksaan yang harus disepakati bersama.
"Kalau ada batasan-batasan yang jelas terutama dari pemerintah yang tentu diharapkan menjadi backbone kita untuk membuat batasan ini, definisi ini menjadi lebih rinci. Jadi saya rasa batasan yang akan ada di Indonesia seperti itu dulu. Tapi seandainya batasannya akan semakin lengkap dengan adanya definisi diagnosis seperti apa saja, atau kategori diagnosisnya apa saja, pemeriksaan sebelumnya apa saja, saya rasa akan terjawab soal seberapa akurat pemeriksaannya," ujarnya.
Menjadi sebuah platform kesehatan digital berbasis fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, aido health berdedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi dan perawatan penuh kasih pada pasien.
"Visi aido adalah untuk menjadi digital healthcare platform utama di Indonesia dengan mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam pemberian perawatan kesehatan yang berkualitas tinggi dan berpusat pada pasien," kata Jyoti Nagrani, VP Operation and Partnership aido health.
Jyoti melanjutkan, aido health adalah jawaban keresahan dalam bidang layanan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Di mana banyak fasilitas layanan kesehatan harus mencari cara agar tetap terhubung dengan pasien-pasien mereka, dan melihat telekonsultasi sebagai peluang.
Sehingga untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan, pasien juga mendapatkan layanan kesehatan dari tempat yang nyaman bagi mereka. Tanpa perlu ke rumah sakit, melalui kemacetan aatau waktu tunggu yang lama.
Berita Terkait
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?