Suara.com - Konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko aritmia secara signifikan. Hal tersebut dilaporkan dalam sebuah penelitian yang disajikan sebagai bagian dari pertemuan online Heart Rhythm Society: HRS 2020 Science.
Aritmia merupakan gangguan irama detak jantung yang tidak teratur. Bisa terlalu cepat, lambat atau bergantian sehingga tidak beraturan.
Pada beberapa kasus, aritmia bisa tidak berbahaya atau mengancam jiwa. Kondisi ini pun dapat terjadi pada orang yang baru saja melakukan olahraga, saat stres atau dipicu oleh konsumsi kafein yang terlalu banyak.
Dilansir dari Medicalxpress, Eun-Jeong Kim, M.D., dari Universitas California di San Francisco dan rekannya menyelidiki hubungan antara kebiasaan konsumsi kafein dan risiko aritmia di antara 357.022 peserta di Biobank Inggris.
Para peneliti menemukan bahwa selama lima seperempat tahun masa tindak lanjut, ada 8.159 insiden aritmia yang didiagnosis (6.999 atrial fibrilasi atau atrial flutter, 890 supraventricular tachycardia, 459 takikardia ventrikel, dan 385 kompleks ventrikel prematur).
Setiap cangkir kopi tambahan setiap hari dikaitkan dengan insiden aritmia yang lebih rendah dengan rasio bahaya, 0,96. Kecuali untuk kompleks ventrikel prematur, ada pengurangan kejadian aritmia yang diamati untuk setiap subtipe.
"Hasil harus meyakinkan pasien dan dokter akan risiko rendah terkait dengan konsumsi kopi biasa, dan kami berharap ini akan mendorong penyedia untuk bekerja secara langsung dengan pasien untuk menentukan dan mempersonalisasikan faktor gaya hidup spesifik mereka, termasuk konsumsi kafein," kata Kim dalam sebuah pernyataan.
Penelitian sebelumnya, yang diterbitkan pada JACC: Clinical Electrophysiology bulan Mei juga menyatakan, bahwa bahwa kopi dan teh aman dan dapat mengurangi frekuensi aritmia.
Pada penelitian itu manyatakan, bahwa secangkir kopi mengandung sekitar 95 mg kafein dan bertindak sebagai stimulan bagi sistem saraf pusat. Begitu masuk dalam tubuh, kafein menghambat efek adenosin, zat kimia yang dapat memfasilitasi Atrial fibrillation (AFib).
Baca Juga: 350 Warga Ikut Rapid Test di Hari Pertama CFD DKI, 2 Orang Reaktif Covid-19
Studi ini secara konsisten menunjukkan penurunan AFib dengan peningkatan konsumsi kafein, dengan satu meta-analisis dari 228.465 peserta yang menunjukkan frekuensi AFib berkurang 6 persen pada peminum kopi biasa, dan analisis lebih lanjut dari 115.993 pasien yang menunjukkan pengurangan risiko 13 persen.
"Ada persepsi publik, seringkali berdasarkan pengalaman anekdotal, bahwa kafein merupakan pemicu akut yang umum untuk masalah irama jantung," kata Peter Kistler, MBBS, PhD, direktur elektrofisiologi di Rumah Sakit Alfred dan Institut Jantung dan Diabetes, dan ulasan peninjauan itu.
Para penulis juga menentukan bahwa kafein tidak berpengaruh pada aritmia ventrikel (VA). Dosis kafein hingga 500 mg setiap hari (setara dengan enam cangkir kopi) tidak meningkatkan keparahan atau tingkat VA.
Hanya dua penelitian yang menunjukkan peningkatan risiko VA, di mana pasien menelan setidaknya 10 cangkir dan sembilan cangkir kafein per hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!