Suara.com - Diabetes tipe 2 diketahui sebagai kondisi di mana kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Tingginya gula darah itu dikarenakan tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas dengan normal.
Kondisi ini biasanya ditandai oleh kelelahan ekstrem, penglihatan kabur, penurunan berat badan, dehidrasi, merasa sangat lapar, banyak buang air kecil. Bahkan dalam kasus terburuk, dapat menyebabkan amputasi.
Karenanya, dilansir dari Medical Daily penderita diabetes tipe 2 perlu memperhatikan pola makan dan minum dengan baik, salah satunya adalah soal konsumsi susu.
Pasien diabetes lebih berisiko terkena penyakit jantung daripada yang lain, maka yang terbaik adalah menjauhi produk susu atau memilih opsi rendah lemak.
Penderita diabetes harus menghindari susu sapi biasa karena ini dapat meningkatkan gejala. Sebagai gantinya, dapat memilih alternatif seperti susu kedelai atau almond. Namun, pastikan Anda juga mencari produk yang tidak diberi pemanis.
"Makan makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu orang dengan diabetes mengelola kondisi mereka dan mengurangi risiko komplikasi terkait kesehatan," demikian seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Selalu penting untuk memeriksa label makanan untuk informasi tentang ukuran porsi dan jumlah karbohidrat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Sebab kuncinya, selama penderita diabetes menghitung karbohidrat dalam hitungan harian, mereka dapat mengkonsumsi produk susu, yogurt, dan keju, setiap hari.
Baca Juga: Studi: Minum Susu Tiap Hari Tak Atasi Masalah Tulang Pada Perempuan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli