Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 belum selesai dan beberapa orang telah beraktivitas normal. Kondisi itu pun dikhawatirkan bisa memicu gelombang kedua wabah virus corona Covid-19.
Tapi, para ahli telah mengungkapkan bahwa suhu rendah di musim dingin akan memicu gelombang kedua virus corona Covid-19 di negara-negara tertentu.
Para ilmuwan pun telah mengevaluasi hubungan antara jumlah kasus virus corona Covid-19 di suatu negara dibandingkan suhu rata-rata.
Para ahli yang berbasis di India pun menemukan bahwa negara dengan suhu lebih dingin mengalami wabah virus corona yang lebih parah.
Evaluasi ini terjadi beberapa minggu setelah para ilmuwan pemerintah terkemuka di Inggris mengklaim bahwa musim bisa bisa memicu gelombang kedus virus corona mematikan.
Sir Patrick Vallance telah mengatakan bahwa ada peluang yang masuk akan bahwa virus akan memiliki keuntungan untuk bertahan hidup di musim dingin.
Chandi Mandal, ahli biokimia dari Universitas Sentral Rajasthan dan Mahaveer Singh Panwar dari Universitas Hindu Banaras mengatakan kini negara di belahan bumi Utara bisa mengalami kesulitan ketika melalui musim panas.
"Jika suhu rendah merupakan faktor risiko untuk virus corona Covid-19, maka musim panas bisa mengurangi tingkat penularan dan infeksi," jelas Mandal dan Panwar dikutip dari The Sun.
Prof Mandal dan Prof Panwar pun mengumpulkan data dari akhir Maret hingga pertengahan April 2020. Mereka menemukan bahwa negara-negara di lintang yang lebih tinggi dan iklim lebih dingin cenderung memiliki beban kasus yang lebih tinggi.
Baca Juga: Lesi Mirip Cacar Air Bisa Jadi Tanda Virus Corona, ini Penjelasan Ahli!
Karena, negara-negara dengan garis lintang yang lebih hangat dan lebih rendah juga melaporkan lebih sedikit kasus virus corona Covid-19.
Lintang rendah belahan bumi selatan yaitu wilayah bumi yang berada di selatan garis khatulistiwa. Adapun negara yang jatuh di belahan bumi utara dan bisa mengalami gelombang kedua karena suhu rendah, termasuk Rusia, Kanada dan China.
Para ahli dalam Journal of Public mengatakan mereka tidak bisa sepenuhnya menjelaskan terjadinya kondisi tersebut. Semua pengamatan ahi ini menunjukkan bahwa suhu rendah mungkin menjadi faktor risiko untuk kasus virus corona Covid-19.
Tapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan yang menyertai. Penelitian lain sebelumnya telah melihat kurangnya sinar matahari sebagai penyebab negara tertentu terdampak virus corona lebih buruk.
Berita Terkait
-
Golden Kamuy Capai Klimaks di Arc Terakhir pada Musim Dingin Mendatang
-
4 Ide OOTD Musim Dingin ala Seulgi Red Velvet, Nyaman dan Tetap Gaya!
-
Stanley Hadirkan Sensasi 'Winter Cabin' di Plaza Indonesia: Wajib Coba Cocoa Bar Eksklusifnya!
-
Arab Saudi Turun Salju, Sikap Warganya Tuai Sorotan
-
5 Drama Korea Berlatar Musim Dingin yang Cocok Ditonton saat Akhir Tahun
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan