Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat kembali menambah daftar hand sanitizer berbahaya. Produk itu ditarik karena kemungkinan terkontaminasi dengan bahan kimia beracun terus tumbuh.
Pada 23 Juli, sekitar 75 hand sanitizer kini telah diuji positif metanol, yang bisa beracun jika diserap melalui kulit atau dicerna, menurut pembaruan terbaru FDA.
Sebagian besar produk tampaknya telah diproduksi di Meksiko dengan penarikan yang dikeluarkan oleh produsen atau distributor.
Penambahan terbaru diterbitkan oleh FDA pada hari Rabu. Lembaga itu meminta LIQ-E S.A. de C.V.'s Optimus Instant Hand Sanitizer yang ditarik secara sukarela "untuk potensi keberadaan metanol yang tidak diumumkan."
Pemberitahuan itu datang dua hari setelah FDA memberikan peringatan k tentang dua produsen lain yang mengeluarkan penarikan sukarela yang sama.
Daftar produk beracun itu dimulai pada Juni ketika badan tersebut mengamati peningkatan pembersih tangan yang diduga mengandung etanol tetapi diuji positif untuk kontaminasi metanol. Menurut FDA itu "bukan bahan aktif yang dapat diterima untuk pembersih tangan dan tidak boleh digunakan karena efek toksiknya."
Alkohol beracun biasanya digunakan sebagai pelarut, pestisida dan sumber bahan bakar alternatif, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Paparan substansial dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf atau kematian, menurut FDA. Konsumen yang mengalami gejala harus mencari "perawatan segera," kata badan itu.
Investigasi FDA terhadap kontaminasi metanol sedang berlangsung. Daftar lengkap produk yang ditarik, yang akan diperbarui saat lebih banyak informasi tersedia, dapat dilihat di situs web agensi.
Baca Juga: Salut, Mahasiswi UNS Bikin Hand Sanitizer Pakai Daun Sirih dan Lidah Buaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh