Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Rabu, 15 Juli 2020 | 18:50 WIB
Ilustrasi memakai hand sanitizer. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria asal India yang telah berhenti mengonsumsi alkohol selama tiga tahun, dilarikan ke rumah sakit karena mabuk akibat memakai hand sanitizer.

Menyadur Times of India, pria berusia 43 tahun ini tiba-tiba merasakan pusing, mual, muncul kemerahan pada wajah dan dada usai memakai hand sanitizer di sebuah bank yang ia kunjungi.

Tak hanya itu, jantung pria ini disebutkan berdetak dengan cepat, kira-kira 100 kali dalam satu menit. Sampai di rumah sakit, denyutnya mencapai 102 hingga 103.

Istrinya sempat mengira, usaha pria ini berhenti dari kebiasaan mabuk selama tiga tahun tersebut akan berakhir sia-sia, lantaran suami kembali merasa mabuk akibat hand sanitizer.

Berdasarkan keterangan dokter yang mengurus kasus ini, Avinash De Sousa, menyatakan pria ini rupanya menderita efek samping dari alkohol yang ada di cairan pembersih tangan. 

Penggunaan hand sanitizer beraksi terhadap obat disulfiram yang dikonsumsi si pria untuk menghentikan kebiasaanya mabuk.

Ilustrasi minuman keras (Shutterstock)

"Obat itu mencegah seseorang minum dengan memicu efek samping yang sangat tidak menyenangkan saat ada kadar alkohol di tubuhnya, meskipun sedikit," ujar Avinash.

"Kami hanya bisa berharap dia tidak akan kembali minum lagi," imbuhnya.

Menurut kepala departemen psikiatri di Rumah Sakit Sion, Nilesh Shah, mengatakan pasien disulfiram dianjurkan untuk menjauh dari produk-produk beralkohol seperti deodoran, lotion cukurm hingga makanan yang berbasis alkohol.

"Sekarang, kita harus menambahkan hand sanitizer ke daftar itu, Pembersih tangan mengandung 60-70% alkohol," katanya.