Suara.com - Memiliki anak aktif bergerak orangtua pasti senang, tetapi perlu waspada bila anak terlalu aktif, karena bisa anak masuk kategori hiperaktif yang merupakan gejala utama gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), atau dalam bahasa Indonesia disebut gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH).
Spesialis Anak dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K) mengatakan, membedakan anak aktif dengan hiperaktif (ADHD) bisa dilihat dari gejala yang dialaminya.
Pada anak dengan ADHD, keaktifannya persisten atau terjadi terus menerus lebih dari 6 bulan.
"Hiperaktif adalah suatu gejala yang persisten, itu adalah satu gejala yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Jadi, nggak berlangsung cuma sebulan," ujar Spesialis Anak dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K), Jumat (24/7/2020).
Selain itu hiperaktif anak juga terjadi di dua tempat atau lebih. Misalnya, kata dr. Herbowo, di sekolah selalu tidak bisa diam, di rumah juga berperilaku sama, begitu pula di tempat lain.
"Kalau anak tidak bisa diam hanya di satu tempat saja, bisa jadi itu bukan karena hiperaktif, melainkan anak tersebut hanya aktif saja," tuturnya.
Selain itu, kata dr. Herbowo, anak dengan ADHD, hiperaktifnya terlihat sebelum menginjak usia 12 tahun.
"ADHD tidak bisa muncul ketika ia sudah dewasa, meskipun ada orang dewasa dengan ADHD biasanya gangguan ini sudah dimulai sejak kecil sebelum 12 tahun," imbuhnya.
Tak hanya itu, anak dengan ADHD juga sering menunjukkan gejala sulit fokus (inatensi), sehingga kalau diberi pertanyaan misalnya, jawaban anak tidak nyambung.
Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Antara Autisme dan ADHD Pada Anak
Kondisi tersebut terjadi, karena anak menjawab apa yang terlintas di pikirannya. Jadi, bukan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan.
Gejala inatensi ini, tentu saja bisa menganggu proses belajarnya, menganggu hubungan sosial dengan teman dan orang lain, bahkan mengganggu kinerjanya saat dewasa.
"Kalau nggak menganggu namanya bukan GPPH bukan ADHD, harus menganggu sosial akademik, maupun pekerjaan, itu syaratnya, kalau bukan itu berarti namanya anak aktif," tutupnya.
Untuk diketahui, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.
Hingga saat ini, penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'