Suara.com - Kopi yang jadi minuman favorit banyak orang ternyata memiliki segudang manfaat kesehatan. Salah satunya mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Kamis (23/7/220) kemarin menyebutkan bahwa kopi bisa menjadi bagian gaya hidup sehat Anda. Manfaat kopi ternyata cukup banyak.
Para penulis penelitian yang berasal dari beberapa sekolah kedokteran termasuk Harvard T.H. Chan School of Public Health melakukan rujukan pada lebih dari 95 studi berbeda.
Hasilnya, kopi dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan termasuk menurunkan risiko obesitas.
Hal ini dikarenakan kandungan kafein yang disebut dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan daya pembakaran kalori pada sistem pencernaan.
Dilansir dari Insider, kafein juga dapat meningkatkan fokus mental dan juga bermanfaat bagi kesehatan otak, terutama seiring bertambahnya usia yang dikaitkan dengan penurunan risiko Parkinson.
Selain itu, kopi dalam jumlah sedang juga terkait dengan risiko depresi dan bunuh diri yang lebih rendah.
Kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah dari banyak penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, penyakit hati, kanker payudara, kanker prostat, dan beberapa jenis kanker kulit.
Selain kafein, kopi mengandung senyawa lain yang dapat memengaruhi kesehatan.
Baca Juga: Studi: Tingkatkan Kebiasaan Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Contohnya dalah polifenol yang dapat mengurangi peradangan, meningkatkan bakteri usus, meningkatkan metabolisme, dan memoderasi gula darah.
Namun, tidak semua senyawa alami dalam kopi bermanfaat. Salah satu fitokimia bernama cafestol dalam kopi malah dapat meningkatkan kolesterol.
Terlalu banyak kafein juga dapat membuat gelisah. Meski begitu, kopi umumnya dianggap aman.
Sementara dalam dosis yang sangat tinggi (puluhan cangkir kopi) bisa berbahaya dan bahkan berakibat fatal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi