Suara.com - Vaksin dari Moderna Inc untuk melawan Covid-19 dapat siap digunakan secara luas pada akhir tahun ini. Demikian menurut pejabat Amerika Serikat dan perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan setelah pembuat obat mengumumkan dimulainya percobaan 30.000 subjek dan menunjukkan vaksin tersebut aman dan efektif.
Uji coba ini adalah studi tahap akhir pertama di bawah program administrasi Trump untuk mempercepat pengembangan langkah-langkah terhadap virus corona baru.
Moderna, yang tidak pernah membawa vaksin ke pasar, telah menerima hampir $ 1 miliar dari pemerintah AS, yang membantu membiayai beberapa kandidat vaksin di bawah program Operation Warp Speed.
Lebih dari 150 kandidat vaksin coronavirus sedang dalam berbagai tahap pengembangan, dengan sekitar dua lusin prospek sudah melakukan pengujian
Pfizer Inc dan Johnson & Johnson meluncurkan uji klinis tahap lanjut bulan ini untuk kandidat vaksin Covid-19 mereka. Pembuat obat Inggris AstraZeneca Plc mengatakan akan memulai uji coba besar-besaran AS musim panas ini dari vaksin yang sedang dikembangkan dengan para peneliti Universitas Oxford.
"Memiliki vaksin yang aman dan efektif yang didistribusikan pada akhir tahun 2020 adalah tujuan jangka panjang, tetapi ini adalah tujuan yang tepat untuk rakyat Amerika," kata Direktur Institusi Kesehatan Nasional (NIH) Francis Collins dalam rilis yang mengumumkan dimulainya Fase besar Moderna. Sidang III.
Produsen meningkatkan produksi sementara pengujian sedang dilakukan untuk merespons secepatnya terhadap virus, yang masih menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Covid-19 telah menewaskan hampir 650.000 orang di seluruh dunia dan ekonomi terpukul.
Baca Juga: Ngeri, Brasil Laporkan 1.200 Korban Meninggal Covid-19 dalam Sehari
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI