Suara.com - Perhatian dunia saat ini sebagian besar mengarah pada pandemi virus Corona (COVID-19), dan banyak ilmuwan di seluruh negara berlomba menciptakan vaksin penyakit ini. Namun, data pakar menunjukkan virus bukanlah risiko terbesar bagi kesehatan manusia, melainkan polusi udara yang mengurangi harapan hidup di Bumi hampir dua tahun.
Air Quality Life Index (AQLI) menyebut bahwa polusi udara akan terus menyebabkan miliaran orang di seluruh dunia menjalani hidup lebih pendek dan rentan terkena penyakit. Indeks polusi udara partikulat berdampak terhadap kesehatan manusia.
Meskipun ada pengurangan signifikan dalam hal partikel di China, yang pernah menjadi salah satu negara paling tercemar di dunia, tingkat polusi udara secara keseluruhan tetap stabil selama dua dekade terakhir.
Di negara-negara seperti India dan Bangladesh, polusi udara sangat parah sehingga kini mengurangi rentang hidup atau usia rata-rata di beberapa daerah, hampir satu dekade.
Penulis penelitian ini mengatakan kualitas udara yang dihirup banyak manusia merupakan risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi daripada COVID-19.
"Meskipun ancaman COVID-19 sangat serius dan patut mendapatkan perhatian, memperlakukan polusi udara dengan tingkat keseriusan yang sama akan memungkinkan miliaran orang menjalani hidup lebih lama dan lebih sehat," kata Michael Greenstone, pencipta AQLI, seperti dikutip dari Science Alert pada Kamis (30/7/2020).
Hampir seperempat populasi global tinggal di empat negara Asia selatan yang termasuk kategori paling tercemar, yaitu Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan.
AQLI menemukan bahwa populasi ini akan mengalami rata-rata kualitas hidup yang dipotong lima tahun, setelah terpapar tingkat polusi 44 persen lebih tinggi dari 20 tahun yang lalu.
Polusi partikulat juga merupakan "keprihatinan signifikan" di seluruh Asia Tenggara, di mana kebakaran hutan dan tanaman serta lalu lintas yang padat ditambah uap pembangkit listrik menjadi kolaborasi pas untuk menciptakan udara beracun.
Baca Juga: Studi: Polusi Udara Disebut Berisiko Timbulkan Penyakit Kardioavakular
Sekitar 89 persen dari 650 juta penduduk di wilayah itu tinggal di daerah, di mana polusi udara melebihi pedoman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang telah berhasil meningkatkan kualitas udara.
Menurut AQLI, Bangladesh memiliki kualitas udara terburuk dari negara manapun dan rata-rata sekitar 250 juta penduduk di negara bagian India utara akan kehilangan delapan tahun kesempatan hidup, kecuali jika polusi dikendalikan.
Beberapa penelitian menunjukkan paparan polusi udara juga merupakan faktor risiko Covid-19 utama dan Greenstone mendesak pemerintah untuk memprioritaskan kualitas udara setelah pandemi.
Berita Terkait
-
Bolehkah Pakai Body Serum di Wajah? Awas, Bahayanya Bisa Bikin Nyesel!
-
Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?
-
Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik
-
OMC Terkendala Kemarau, Jakarta Andalkan Damkar Semprot Air Demi Tekan Polusi Udara
-
Musim Kemarau dan Polusi Udara Tingkatkan Risiko ISPA, Ini Saran Dokter
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
-
AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi
-
0882 Nomor Kartu Apa? Cek Provider dan Daftar Kode Prefix Resmi
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026