- Militer Amerika Serikat membom kota pelabuhan Bandar Abbas selama enam malam berturut-turut.
- Blokade maritim di Selat Hormuz menyebabkan arus lalu lintas kapal tanker internasional merosot tajam.
- Pertahanan udara Kuwait berhasil menghancurkan 32 pesawat tanpa awak kiriman Iran sejak subuh.
Suara.com - Pasukan militer Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara mematikan ke wilayah Iran demi melumpuhkan kekuatan tempur negara tersebut.
Operasi udara masif yang berlangsung pada Kamis malam ini menandai genapnya enam hari berturut-turut bombardir tanpa henti dari Pentagon.
Tiga ledakan keras mengguncang kawasan barat Bandar Abbas, sebuah kota maritim paling strategis yang mengontrol jalur pelayaran Selat Hormuz.
Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan bahwa bombardir jet tempur dimulai tepat pada pukul 21.30 waktu setempat.
Pihak Pentagon menegaskan agresi ini bertujuan untuk semakin menurunkan kemampuan militer Iran.
Hujan bom yang awalnya terkonsentrasi di pesisir selatan kini mulai merangsek dan menyasar titik-titik vital di pedalaman Iran.
Imbas pertempuran ini memicu aksi balasan dari Teheran yang nekat meluncurkan armada pesawat tanpa awak ke sejumlah negara tetangga.
Dikutip dari CNN Internasional, Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan bahwa sistem perisai udara mereka berhasil merontokkan 32 drone agresor sejak subuh.
Runtuhan material drone tersebut merusak area pemukiman warga, meskipun otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh.
Baca Juga: Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
Blokade total angkatan laut Amerika Serikat kini sepenuhnya mengunci pergerakan kapal di pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Arus lalu lintas tanker di Selat Hormuz merosot tajam ke level terendah dalam waktu 24 jam terakhir.
Gedung Putih langsung menepis kekhawatiran publik internasional mengenai potensi lonjakan harga bahan bakar global akibat konflik maritim ini.
Juru Bicara Kepresidenan AS, Karoline Leavitt, menganggap gejolak ekonomi global saat ini hanyalah gangguan sementara di pasar minyak.
Kementerian Luar Negeri Iran melayangkan protes keras dan menuduh Washington telah melakukan kejahatan perang karena menghancurkan fasilitas publik.
Namun di sisi lain, Teheran tetap membenarkan tindakan mereka yang menyerang kapal dagang komersial dan negara Arab sebagai upaya membela diri.
Presiden AS Donald Trump merespons dengan memperbarui ancaman untuk meratakan jembatan serta pembangkit listrik utama di Iran.
Sebagai penutup, pemerintah Iran memperingatkan bahwa intervensi bersenjata Amerika Serikat di Selat Hormuz adalah garis merah yang tidak bisa dilanggar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran
-
5 Shio yang Paling Pintar Mencari Uang: Kombinasi Beruntung, Kerja Keras, dan Intuisi Tajam
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ujian Berat Pasukan John Herdman
-
Cara Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly: Dari Video Call hingga Bujuk dengan Ini
-
Review Serial The Apartment Job: Aksi Tipu-tipu Cerdas Berbalut Isu Sosial
-
Eks Liga Inggris Bongkar Kondisi TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Demi Konten 'Jualan Miras' di Taman Mataram, Kreator TikTok Ini Kena Semprot Satpol PP Jaksel
-
Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026
-
3 Zodiak yang Membawa Keberuntungan 17 Juli 2026, Taurus hingga Capricorn Bernasib Baik
-
Apa Itu Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang Berpusat di Bali