Suara.com - Sebagian besar orang Amerika menyalahkan China atas penyebaran global virus corona ketika permusuhan terhadap negara itu melonjak, menurut sebuah survei baru yang dilansir dari New Yor Post.
Lebih dari tiga perempat orang Amerika atau 78 persen menempatkan "banyak atau cukup banyak kesalahan" pada China untuk penyebaran virus di seluruh dunia. Angka itu terungkap dari penelitian yang diterbitkan Kamis oleh Pusat Penelitian Pew.
Sementara itu, 73 persen responden lainnya mengatakan mereka memiliki pandangan "tidak baik" terhadap negara itu - sebuah angka yang naik 26 poin persentase sejak 2018, menurut temuan para surveyor.
Survei tersebut mensurvei 1.003 orang dewasa usia pemilih melalui telepon, dengan margin kesalahan 3,7 poin persentase, menurut Pew.
Orang Amerika memiliki pandangan yang sama dinginnya terhadap Presiden Cina Xi Jinping, dengan 77 persen menjawab bahwa mereka "tidak terlalu percaya diri" atau "tidak percaya sama sekali" bahwa ia akan "melakukan hal yang benar" berkaitan dengan urusan dunia.
Lembaga survei menemukan bahwa orang Amerika juga tampaknya siap mendukung tindakan keras terhadap China sebagai tanggapan terhadap perlakuan negara itu terhadap Muslim Uighur. Diperkirakan lebih dari 1 juta anggota kelompok etnis minoritas di negara itu ditahan secara paksa di kamp konsentrasi Tiongkok.
Hampir tiga perempat penduduk - 73 persen - menjawab bahwa "AS harus mencoba mempromosikan hak asasi manusia di China, bahkan jika itu membahayakan hubungan ekonomi," menurut jajak pendapat. Padahal pertanyaan jajak pendapat tidak secara khusus merujuk Uighur.
Pandangan orang Amerika tentang posisi Cina di dunia, serta hubungan antara kedua negara, kurang jelas.
Baca Juga: Pasien Covid-19 di Jatim Jadi Imam Salat Iduladha, Jamaah Pakai Baju Hazmat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS